Rabu, 28 Januari 2009

Delegasi Parlemen Maroko Terkejut dengan Keteguhan Warga Gaza

Gaza – Infopalestina: Delegasi Parlemen Maroko, Senin (26/01) malam berhasil masuk ke Jalur Gaza melalui gerbang Rafah setelah menunggu di perbatasan sangat lama. Mereka mengunjungi gedung parlemen Palestina yang hancur oleh serangan udara Zionis Israel dalam agresinya terakhir ke Jalur Gaza. Mereka juga mengunjungi sejumlah instansi resmi pemerintah yang mengalami gempuran serupa.

Ketua Delegasi Parlemen Maroko, Dr. Mustafa al Ramid menegaskan semangat yang dominant pada warga Gaza penuh dengan rasa kemenangan dan harapan. Dia mengatakan, “Kunjungan kami ke Jalur Gaza untuk menyaksikan bekas gedung Parlemen Palestina yang dihancurkan alat-alat perang Israel, dikejutkan oleh situasi di mana kami mendapati warga Jalur Gaza penuh semangat dan keteguhan.”

Dia melanjutkan, “Kami berkeliling ke lokasi-lokasi yang terkena aksi penghancuran Israel yang menyerang infrastruktur di Jalur Gaza, kami mendapati semangat yang tinggi dari warga. Mereka memberi kami banyak pelajaran dalam kegigihan dan keteguhan pada prinsip. Mereka tak gentar dengan ancaman-ancaman yang terus dilancarkan pasukan Israel.”

Dr. Mustafa menyatakan kunjungan delegasi Parlemen Maroko ke Gaza ini refleksi sikap rakyat Maroko yang mendukung Gaza dan orang-orang Palestina dalam menghadapi penjajah. Dia mengatakan, “Misi kami dalam kunjungan ini adalah misi solidaritas kepada rakyat Palestina dan misi dukungan mutlak dari rakyat Maroko kepada saudara-saudara kami di Palestina. Dari kunjungan ini kami juga ingin melihat besarnya kehancuran yang diakibatkan oleh alat-alat perang Zionis Israel terhadap saudara kami di Palestina.”

Kunjungan delegasi parlemen Maroko ini terjadi dari 9 anggota parlemen yang mewakili dari berbagai aliran politik dan partai di Maroko. Mereka memulai kunjungan, Senin (26/01), ke Jalur Gaza setelah menunggu sangat lama di gerbang perbatasan Rafah. Yaitu setelah otoritas keamanan Mesir menolak memberi izin kepada delegasi menyeberang perlintasan Rafah. (seto)

Selengkapnya...

Kamis, 22 Januari 2009

Misy’al: Pertempuran Gaza Titik Perubahan dalam Konflik dengan Israel


Damaskus – Infopalestina: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al menegaskan apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah “awal perang hakiki dan besar yang dimenangkap rakyat kami di lapangan. Untuk itu pertempuran Gaza adalah titik perubahan dalam konflik dengan Zionis Israel.”

Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam pidato televisi, Rabu (21/01) malam. Dia menegaskan, “Pertempuran ini menjadi asas bagi strategi sungguh-sungguh dan aktif untuk pembebasan dimulai dari Palestina dan membentang dengan dukungan umat di seluruh tempat. Dan benar, ini dalam perang pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dinamakan oleh para pejuang perlawanan Palestina. Pembeda antara perlawanan dan kompromi, antara sebelum dan sesudah agresi.”

Dia menambahkan, “Pertempura Gaza adalah awal kemenangan hakiki dan mendekatkan kemenangan yang akan datang dan target yang akan datang.” Dia menegaskan pembebasan Palestina “tidak hanya sekadar mimpi, namun realita yang kita lihat. Pertempuran Gaza telah mengangkat kita ke atas dan kita melihat kemenangan akan datang, isya Allah.”

Misy’al kembali menegaskan, ini adalah kemenangan Gaza, perlawanan dan rakyat Palestina sekaligus kegagalan musuh. Kemenangan perlawanan di Gaza terjadi lebih besar dan lebih jelas dari klaim-klaim musuh dan keraguan orang-orang yang bersekongkol dalam agresi ini. “Tidakkah cukup bahwa target-target musuh belum terealisasi. Penjajah telah gagal di medan pertempuran sebagaimana telah gagal dalam politik. Maka setelah 3 pekan, mereka terpaksa menghentikan serangan dan penarikan sepihak tanpa ada kesepakatan atau syarat apapun yang menjadi komitmen perlawanan.”

Tidak lupa Misy’al mengingatkan keberhasilan perlawanan Palestina dalam menawan sejumlah serdadu Israel selama agresi di Gaza. “Kami akan kembali berupaya menawan serdadu Israel lagi untuk pembebasan para tahanan Palestina,” ungkap Misy’al.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa setelah kemenangan pertempuran di Jalur Gaza, maka masih tersisa dua pertempuran lagi. Yang pertama adalah pertempuran pembebasan blockade dan yang kedua adalan pertempuran pembukaan pelintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah yang merupakan pintu ke dunia luar bagi rakyat Palestina dan urat nadi kehidupan mereka. Karenanya hal itu menjadi prioritas. “Kami minta kepada umat dan bukan dari musuh untuk membuka pelintasan, meskipun ini adalah hak kami, karena musuh telah menduduki tanah kami,” tegasnya. Misy’al yakin dua pertempuran ini akan dimenangkan.

Terkait dengan pembangunan Jalur Gaza, Misy’al menegaskan bahwa Hamas dan Pemerintah Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah akan menanggung seluruh tanggung jawab kepada warga Jalur Gaza. “Kami akan menanggung seluruh tanggung jawab penuh. Kami akan mengobatan semua yang terluka dan mengganti apa yang kami bisa.”

Hamas dan pemerintah Haniyah sudah mulai bekerja demi merealisasikan proyek pembangunan, penampungan, penggantian dan pengobatan korban luka. Dia mengatakan, “Kami sudah menghubungan beberapa Negara dan mengungjungi sebagiannya sekaligus melakukan koordinasi, untuk memberikan solusi bagi warga Gaza.”

Ada dua hal yang sangat prioritas dalam masalah ini, tegas Misy’al. Yang pertama adalah santunan keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. Serta keluarga-keluarga yang eksodos karena kehilangan rumah. Rincianya diserahkan kepada pemerintah Haniyah. Selain itu juga pengobatan korban yang terluka. Hal yang kedua adalah program pembangunan. Dalam akan diberikan penggantian apa yang hilang dan dibangun apa yang sudah dihancurkan Israel.

Untuk itu, Misy’al menyerukan kepada Negara-negara dan lembaga-lembaga Arab, Islam dan internasional yang sudah memutuskan memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Namun dia mengingatkan agar tidak memberikan dana ini kepada tangan-tangan yang salah (rusak). Ada dua cara, diserahkan kepada pemerintah yang dipimpin Ismail Haniyah yang memiliki tangan bersih dalam melayani rakyat dan bisa diawasan langsung oleh Negara pemberi dana. Atau kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada rakyat Palestina dan langsung diawasi oleh pemberi bantuan. Misy’al mengatakan, “Semua orang Palestina tidak mau dana ini jatuh ke tangan orang-orang yang rusak, anda semua tahu yang sebenarnya.” (seto)

Selengkapnya...

Hamas Sambut Baik Seruan Dialog Atas Dasar Kejujuran dan Keikhlasan


Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyambut baik ajakan dialog yang diserukan belakangan. Hamas menegaskan pentingnya seruan ini didasarkan pada kejujuran dan keikhlasan serta keyakinan kemestian dan pentingnya penghormatan dan penerimaan orang lain sebagai partner utama dalam perimbangan Palestina.

Jarubicara Hamas Fauzi Barhum mengatakan, “Kekuatan hakiki mestinya bisa mewujudkan persatuan dan menghadapi tanangan, bukan melakukan konspirasi dan menghabisi pihak lain. Legalitas dari dari rakyat dan penghormatan pada hukum serta melalui kotak-kotak suara. Apapun dialog Palestina yang ingin dicatat keberhasilannya harus terpenuhi segena suasana yang kondusif dan segenap kebutuhannya secara nyata.”

Barhum mengatakan, Rabu (21/01), “Dilog bukanlah slogan, seruan dan statemen. Kemaslahan nasional tidak datang dengan melempar kebencian ke pihak lain. Kapan kondisi membaik, perang berakhir, blockade dibebaskan, pelintasan dibuka, penjajah hengkang dari Gaza dan suasana disiapkan penuh maka kami semua akan siap duduk menunggu mereka di meja dialog.”

Dia menyampaikan penghargaannya yang tinggi pada sikap yang terpuji dan berani dalam KTT Qatar, di mana Hamas menyampaikan kalimat rakyat Palestina dan kalimat perlawanan dan mengungkapkan secara jujur apa yang terjadi di Jalur Gaza dan Palestina.

Dia juga menghargai peran Qatar dan Saudi dalam memberikan dukungan dan dana untuk membangun kembali Jalur Gaza. Dia berharap dana ini sampai lebih cepat kepada mereka yang berhak dan melalui jalur yang benar di Jalur Gaza. (seto)

Selengkapnya...

Aparat Abbas Tingkatkan Operasi Terhadap Hamas di Tepi Barat


Ramallah – Infopalestina: Meski banyak seruan mengajak untuk dilakukan islah Palestina, aparat keamanan Abbas di Tepi Barat terus meningkatkan operasinya terhadap gerakan Hamas. Gerakan Hamas menyayangkan tindakan aparat Abbas tesebut, apalagi itu terjadi saat agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza sedang berlangsung.

Anggota Pimpinan Politik Hamas, Ra’fat Nashif, dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu (21/01), sebagaimana dikutip koresponen Infopalestina, menjelaskan bahwa sepanjang perang berlangsung penangkapan politik dan interogasi terhadap pendukung gerakan Hamas dan kadernya oleh aparat Abbas di Tepi Barat terus terjadi. Ditambah tindakan represif yang disaksikan dunia melalui televisi terhadap aktivitas solidaritas kepada Jalur Gaza dan menolak agresi Israel ke sana.

Petinggi Hamas ini menambahkan, “Yang menyayat hati adalah bahwa setelah penjajah Zionis Israel mengumumkan kekalahannya dalam perang yang dimenangkan rakyat Palestina ini, dan setelah muncul harapan bahwa kemenangan ini akan diiringi dengan islah nasional Palestina bersamaan dengan upaya Arab terakhir dalam KTT Doha dan Kuwait untuk merealisasikan islah Palestina ini, justru aparat keamanan Abbas di Tepi Barat terus memburu pendukung dan kader gerakan Hamas dengan menangkapi mereka. Alih-alih membebaskan tahanan politik dari penjara aparat keamanan di Tepi Barat yang sebagiannya mengalami penyiksaan, aksi mereka terhadap gerakan Hamas justru meningkat.”

Nashif mengatakan, “Kami gerakan Hamas menegaskan bahwa perilaku yang ditunjukan aparat keamanan Abbas ini menimbulkan keraguan sejauh mana kesungguhan seruan Abu Mazen dan orang-orang disekitarnya mengenai persatuan nasional dan pengakhiri perpecahan internal.”

Hamas menyerukan Arab dan sekjen Liga Arab untuk bertindak mengakhiri dan menghentikan operasi yang terus dilakukan aparat keamanan Abbas dan menyerukan penghentiannya. Hamas menegaskan agar tidak dihentikan upaya-upaya Arab untuk mendukung islah dan menyediakan supervisor Arab secara berjamaah untuk dialog Palestina, serta menyediakan kondisi bagi kesuksesannya dengan menghentikan operasi terhadap Hamas di Tepi Barat. (seto)

Selengkapnya...

Departemen Pekerjaan Perkirakan Biaya Rekonstruksi 2 Miyar Dolar Lebih


Gaza – Infopalestina: Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemerintah Palestina di Jalur Gaza memperkirakan anggaran dana untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah agresi Zionis Israel mencapai 2 milyar 215 juta dolar USD. Menurutnya, semua upaya yang dicurahkan baik tingkat regional maupun internasional tidak akan terealisasi kecuali dengan membuka pelintasan dan koordinasi dengan pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina Dr. Yusuf Mansi dalam konferensi pers di Gaza, Rabu (21/01) mengatakan, “Jumlah dana tersebut yang diperkirakan departemen adalah hitungan awal yang separohnya untuk kerusakan. Mencakup pembangunan kembali seluruh sektor ditambah bantuan dan penampungan segera untuk warga.”

Dia menjelaskan 5 ribu keluarga dihancurkan rumah mereka dan kehilangan seluruh perabotannya. Mereka membutuhkan tempat bernaung alternative. Kebutuhan standar satu keluarga selama satu tahun mencapai 10 ribu dolar.

Yusuf menambahkan, “Jumlah keluarga yang dihancurkan rumahnya sebagian atau hampir keseluruhan dan tidak layak untuk ditempati dengan memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagiannya mencapai 6 ribu rumah. Dan yang dibutuhkan untuk setiap rumah mencapai 5 ribu dolar. Sementara itu jumlah rumah yang rusak dan bisa direnovasi sebanyak 10 ribu rumah dan setiap rumah membuntuhkan dana sebesar 3 ribu dolar setiap tahunnya.

Dr. Yusuf menyebutkan global rumah penduduk yang dihancurkan secara total dan tidak layak untuk dihuni mencapai 20 ribu unit rumah dan membutuhkan dana 250 juta dolar untuk membangunnya kembali.

Dia menjelaskan gedung pemerintah, yayasan dan gelanggang yang dihancurkan membutuhkan dana 8 juta dolar untuk membangunnya kembali dan siap untuk dipakai. Sementara jumlah anggaran untuk membangun kembali bandara dan pelabuhan Gaza mencapai 10 juta dolar.

Sedangkan sekolah, kampus dan taman kanak-kanak yang dihancurkan selama agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza membutuhkan dana 40 juta dolar. Ditambah 55 juta dolar sebagai anggaran pembangunan kembali pabrik, bengkel, mobil dan pelayanan sipil.

Jaringan infrastruktur air, listrik, jembatan dan jaringan penyebarannya membutuhkan dana 55 juta dolar untuk membangunnya kembali. Ditambah 40 juta dolar total anggaran yang diperkirakan untuk membangun kembali sumur-sumur pertanian, peternakan dan pabriknya. (seto)

Selengkapnya...

Amnesty Internasional Pastikan Israel Gunakan Bom Pospor


London – Infopalestina: Lembaga Amnesty Internasional memastikan militer Israel menggunakan pospor putih, senjata yang mengakibatkan luka bakar yang luar biasa, dalam aksi militer di wilayah-wilayah pada penduduk di Jalur Gaza.

Amnesty Internasional dalam pernyatannya mengatakan, “Di sana ada bukti-bukti yang tidak diragukan dan tidak mungkin diingkari atas penggunaan senjata pembakar ini oleh militer Israel. Pengungkapan realitas ini hasil kerja investigasi yang dilakukan tim Amnesty Internasional yang sampai di Jalur Gaza, Sabtu (17/01), sebelum militer Zionis Israel mengumumkan penangguhan aksi militernya di Jalur Gaza.”

Amnesty Internasional menyebutkan semua yang terkena pospor putih terbakar hebat hingga ke otot kemudian tulang belulang. Senjata ini mengakibatkan berkurangnya oksigen, sehingga orang yang menghirup asapnya akan mengalami sesak teramat sangat hingga meninggal.

Amnesty Internasional mengatakan, “Utusannya sudah hari Ahad (18/01) lalu sudah menunjuk sejumlah wilayah di penjuru Jalur Gaza sisa serangan bom pospor dan sampai saat ini masih berkobar. Hal ini menjadi bahaya serius bagi warga, khususnya anak-anak yang bermain di jalan-jalan.

Amnesty Internasional mengutip dari Christopher Gob Smith, pakar dalam senjata dan salah seorang anggota utusan Amnesty yang dikirim ke Jalur Gaza, yang mengatakan bahwa mereka sudah menentukan jalan-jalan di Jalur Gaza yang tercemar sisa bom pospor dan sebagian sisa rudal dan bom yang digunakan militer Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza.

90% Korban Akibat Bom Pospor

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza memperkirakan 90% korban luka di kalangan orang-orang Palestina dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza, yang berlangsung selama 22 hari, karena terkena bom pospor putih yang dilarang secara internasional.

Tim dokter Yordania dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Asosiasi Dokter Yordania, Selasa (20/01), menyebutkan militer Zionis Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza menggunakan senjata yang dilarang secara internasional. Israel dan para pemimpinnya layak diajukan ke mahkamah kejahatan perang.

Mereka mengatakan para ahli dari Norwegia yang pernah bertugas di Afganistan dan Libanon dan terakhir di Jalur Gaza, setelah terjadinya agresi Zionis Israel terakhir, menegaskan bahwa korban-korban luka akibat agresi Zionis Israel disebabkan terkena senjata non konvensional dan dilarang secara internasional.

Mereka menyatakan bahwa tim dokter Norwegia telah mengambil sampel korban untuk diteriti. Selanjutnya akan dibuat laporan dan dokumentasinya untuk diajukan sebagai bukti kepada mahkamah kejahatan perang untuk mengadili para penjahat perang Israel.

Para dokter Yordania telah mengumpulkan dari para korban luka di rumah sakit ash Shifa di Jalur Gaza, sampel luka dari para korban untuk diperiksa dan mengetahui bahan yang bercampur dengan luka. Mereka menegaskan, “Pemeriksaan ranjang sudah cukup memastikan penggunaan pospor putih yang dilarang secara internasional.” Mereka mengingatkan bahwa asap putih mengepul dari luka yang terbuka dari para korban setelah mereka terkena bom pospor putih.

Ketua tim dokter Yordania, dr. Zuhair Abu Faris mengatakan, asosiasi sedang menyiapkan utusan dokter yang memiliki spesialisasi khusus yang dibutuhkan di Jalur Gaza. Secara khusus sepesialis ahli, ortopedi dan ahli pembuat kaki dan tangan buatan. Dia menegaskan asosiasi akan terus mengirim utusan medis ke Jalur Gaza.

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza ini bejumlah 8 dokter. Sedang tim kedua yang saat ini berada di Jalur Gaza berjumlah 24 dokter, seorang dokter gigi dan seorang perawat, bekerjasama dengan asosiasi dokter gigi dan perawat. (seto)

Selengkapnya...

Israel Akui Gunakan Pospor Putih dalam Agresinya di Gaza


Jerusalem – Infopalestina: Setelah sejumlah pengaduan dari berbagai lembaga HAM internasional, militer Israel secara resmi mengakui menggunakan bom pospor selama melancarkan agresi ke Jalur Gaza. Israel mengklaim akan melakukan investigasi seputar cara penggunaan pospor putih tersebut dan bukan melawan prinsip.

Dalam pernyaan, Rabu (21/01), militer Israel mengklaim telah menggunakan bom yang terdiri dari potongan kain yang dipenuhi dengan bahan pospor. Tujuannya adalah untuk menciptakan tabir asap guna melindungi pasukan darat. Namun organisasi-organisasi internasional gigih mengatakan bahwa pembicaraan berkaitan dengan berbagai bom yang menebarkan pospor di semua arah begitu bom meledak. Militer Israel mengkaui menggunakan bom pospor dengan dalih hanya dibatasi pada wilayah-wilayah terbuka yang tidak berpenduduk, dengan tujuan untuk menentukan target dan menyerang “para teroris”.

Militer Israel beralasan pengunaann bom pospor ini sudah sesuai dengan hukum internasional. Israel menampik tegas telah menggunakan bom-bom pospos di wilayah-wilayah berpenduduk.

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza sebelumnya mengungkapkan bahwa 90% korban luka di Jalur Gaza dalam agresi Zionis Israel, yang berlangsung selama 22 hari, karena terkena bom pospor putih yang dilarang secara internasional.

Amnesti Internasional juga telah menegaskan, “Ada bukti-bukti yang tidak diragukan dan tidak mungkin ditampik atas penggunakan senjata pembakar ini oleh penjajah Israel. Fakta ini terungkap dari hasil investigasi yang dilakukan Amnesti internasional yang sudah sampai di Jalur Gaza, Sabtu (17/01) lalu, sebelum militer Israel menyatakan penangguhan aksi militer di Jalur Gaza.” (seto)

Selengkapnya...

4 Korban Luka Meningal, 2 Jasad Dikeluarkan dari Reruntuhan


Gaza – Infopalestina: Sumber-sumber medis Palestina menyebutkan tim penyelamat berhasil mengeluarkan 2 jasad korban di daerah utara Jalur Gaza dari reruntuhan. Sementara itu 4 korban luka Palestina dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya. Direktur Layanan Ambulan dan Emesgency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Hasanain mengatakan telah ditemukan dua jasad korban dari reruntuhan, Rabu (21/01) pagi. Keduanya bernama Kamila Mustafa (90) dan Halima Shiyam (62).

Hasanain juga menyatakan 4 orang korban luka meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Shaleh Abu Suwairih di rumah sakit Misri, Imad Abdullah Miqdad di rumah sakit Khan Yunis, Muhammad Madhi dan Samir lauh di rumah sakit ash Shifa. Mereka semua gugur akibat luka yang dialami dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Dokter Palestina ini menjelaskan, jumlah korban meninggal akibat agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza sampai saat ini sudah mencapai 1326 syuhada. Sementara jumlah korban luka mencapai 5450 jiwa.

Perlu disebutkan bahwa banyak korban luka dalam kondisi sangat parah dan menyedihkan. Karenanya jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah. Para dokter di Gaza memastikan para korban akan mengalami cacat permanent akibat luka yang dialaminya karena terkena senjata yang dilarang secara internasional, yang digunakan pasukan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza. (seto)

Selengkapnya...

Rabu, 21 Januari 2009

Pemerintah Haniyah Mulai Bekerja di Seluruh Instasinya


Gaza – Infopalestina: Pemerintah Palestina pimpinan PM Ismail Haniyah di Jalur Gaza menyatakan, terhitung sejak hari Rabu (21/01), pihaknya telah memutuskan dimulai kerja di seluruh instansi pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menandingi penjajah Zionis Israel yang melancarkan agresinya demi menghabisi pemerintah.

Pemerintah Haniyah menyerukan kepada seluruh pegawainya untuk berangkat ke tempat kerja mereka mulai Rabu pagi ini. Demikian disampaikan jurubicara pemerintah, Thaher Nunu seperti dikutip koresponen Infopalestina.

Langkah tersebut diambil pemerintah Haniyah sebagai upaya melanjutkan kehidupan sehari-hari dan upaya membangun kembali Jalur Gaza, setelah agresi Zionis Israel selama 23 hari. Pemerintah Haniyah menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan tugas meskipun agresi yang dilakukan Israel menghancurkan hampir seluruh gedung dan instansi pemerintah dan meratakannya dengan tanah.

Kampus dan sekolah di Jalur Gaza sebelumnya juga sudah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar, mulai dari pihak kampus dan sekolah hingga para mahasiswa dan pelajar.

Hari Selasa, kemarin, puluhan ribuan warga Jalur Gaza turun ke jalan. Mereka menyatakan komitmennya pada jalan perlawanan dan menunjukan dukungannya pada gerakan Hamas dan pemerintah Ismail Haniyah. (seto)

Selengkapnya...

Abu Zuhri: Pernyataan KTT Kuwait Lemah, Tidak Tegas Dukung Perlawanan


Damaskus – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyayangkan apa yang disebutnya “kelemahan” pernyataan KTT Ekonomi Arab di Kuwait. Pernyataan KTT ini sama sekali tidak tegas mendukung perlawanan dan tidak mengambil sikap politik untuk menghentikan normalisasi dan hubungan dengan Zionis Israel.

Namun demikian Hamas menyambut baik seruan KTT Kuwait kepada faksi-faksi Palestina untuk melakukan islah dan berdamai atas dasar inisiatif raja Arab Saudi. Jurubicara gerakan Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, “Kami menyambut baik diadakannya dialog nasional Palestina atas dasar inisiatif Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Dan kami menyambut baik apapun undangan Arab Saudi khusus mengenai masalah ini.”

Namun demikian Abu Zuhri menegaskan harus diambil pelajaran dari kegagalan-kegagalan terdahulu terkait dengan dialog-dialog yang sudah terjadi. Menurutnya, “Pihak-pihak Arab seharusnya hanya sekadar sebagai supervisor dan pihak sebagai salah satu pihak dalam dialog. Pihak Arab harus mengambil jarak yang sama dengan mengakui semua legalitas. Tidak mengunggulkan satu legalitas atas legalitas yang lainnya.”

Di sisi lain Abu Zuhri mengungkapkan pesimismenya pada hasil KTT ekonomi Arab di Kuwait. Dia menegaskan bahwa KTT ini kurang membicarakan apa yang terjadi di Jalur Gaza. Dia mengatakan, “Pernyataan KTT ekonomi Arab di Kuwait tidak menyambut obsesi-obsesi rakyat Palestina. Sama sekali tidak tegas dukungannya pada perlawanan. Tidak mengambil keputusan penghentian normalisasi dan inisiatif kompromi dengan penjajah Israel. Tidak menegaskan pembukaan gerbang Rafah yang diakui sendiri oleh Arab bahwa mereka bertanggung jawab atas penutupannya.” (seto)

Selengkapnya...

Hamas: Israel Mundur Karena Gempuran Perlawanan dan Semangat Juang Rakyat


Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas kembali menegaskan komitmennya pada pilihan perlawanan sebagai landasan dialog Palestina manapun. Hamas menegaskan bahwa proyeknya adalah pembebasan seluruh Palestina dan bukan hanya Gaza. Hamas menilai apa yang terjadi di Jalur Gaza selama perang terakhir adalah kemenangan perlawanan menuju jalan pengusiran penjajah dari semua tanah Palestina.

Petinggi Hamas Ismail Ridwan mengatakan, “Penjajah belum merealisasikan tujuan yang pernah diumumkan sebelumnya. Mereka hengkang akibat gempuran perlawanan dan semangat juang rakyat Palestina, bukan karena merespon tekanan internasional atau resolusi PBB.” Dia menegaskan penjajah Israel mengunakan siasat tipu daya dan blackout media untuk menyembunyikan kerugiannya.

Dia mengatakan bahwa kemenangan Gaza tidak lain adalah jalan menuju al Quds dan Haifa dan Yafa, menuju Nagev dan Tepi Barat. Gaza bukan proyek Hamas. Proyek Hamas adalah Gaza dan Palestina. Hamas akan terus bertempur sampai penjajah hengkang dari tanah Palestina.

Dia menambahkan, “Kami akan tetap komitmen dengan keputusan perlawanan dan akan meniti jalan para syuhada. Di manapun ada penjajah di situ ada perlawanan. Kami tidak akan melepaskan perlawanan. Kemi tegaskan kembali bahwa apa yang tidak kami berikan di bawah blockade, perang dan kehancuran tidak akan kami berikan melalui politik.”

Dia menegaskan keharusan penghentian agresi menyeluruh terhadap rakyat Palestina dan penjajah meninggalkan dari seluruh wilayah Jalur Gaza. Kemudian pembukaan perlintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah, dan pembebasan blockade.

Dia menyerukan agar para pemimpin penjajah Israel diakukan ke mahkaman kejahatan perang internasional atas kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. (seto)

Selengkapnya...

Ridwan: Sikap Ban Ki-Mon Tidak Berimbang Soal Agresi Gaza


Gaza – Infopalestina: Petinggi Hamas tidak menganggap penting kunjungan yang dilakukan Sekjen PBB Ban Ki-Mon ke Gaza. Dia menilai tidak adanya pertemuan dengan pihak-pihak terkait dengan agresi dan hanya mengunjungi sebagian lokasi PBB yang menjadi target agresi Israel di Jalur Gaza, mencerminkan sikap keberpihakan dia kepada penjagal sejak dimulainya agresi dan menyamakan antara penjagal dan korban.

Petinggi Hamas, Dr. Ismail Ridwan mengatakan, “Sepeerti biasanya, Ban Ki-Mon menyamakan antara penjagal dan korban. Padahal kami berharap dia berimbang dalam sikapnya terhadap agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza. Namun sayang hal itu tidak terjadi. Dia telah mengunjungi penjajah Israel dan menyamakan antara apa yang dilakukan Israel dengan roket perlawanan yang digunakan untuk membela diri. Ini adalah sikap yang tidak berimbang. Dia harus mengunjungi lokasi-lokasi genosida di Jalur Gaza sehingga tahu seberapa besar apa yang diakibatkan oleh agresi Zionis Israel di Jalur Gaza, tidak hanya cukup mengunjungi lokasi-lokasi PBB saja.”

Ridwan menyebut kunjung Ban Ki-Mon ke Gaza sebagai kunjungan simbolis untuk menghindari teguran dan celaan, tidak lebih dan tidak kurang. Dia menegaskan, “Hamas dan pemerintah persatuan Palestina belum dan tidak akan melepaskan kewajibannya kepada rakyat Palestina. Sejak detik pertama kami bersama rakyat kami telah memberikan bantuan yang semestinya. Dan sekarang kami membatasi kerusakan dan mulai merenovasi apa yang sudah hancur.”

Sekjen PBB Ban Ki-Mon, setelah melakukan kunjungan di Negara-negara kawasan, mengunjungi Jalur Gaza untuk melihat langsung dampak perang Zionis Israel terhadap Jalur Gaza. Dia mengunjui kantor-kantor PBB yang tidak selamat dari gempuran Israel. (seto)

Selengkapnya...

Analis Israel: Agresi Gaza Tingkatkan Popularitas Hamas


Jerusalem – Infopalestina: Seorang penulis dan analis politik Israel menilai agresi yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza selama 3 pekan yang lalu itu telah meningkatkan popularitas gerakan Hamas dan memperkecil oposisi terhadapnya di Jalur Gaza.

Rony Shakid, penulis di harian Israel Yedeot Aharonot, mengatakan meskipun kerugian jiwa dialami orang-orang Palestina dan gerakan Hamas, namun gerakan ini bertambah kuat. Dia menegaskan bahwa berton-ton rudal yang dimuntahkan ke Jalur Gaza “membuat Hamas bertambah semangat”.

Shakid menilai agresi ke Jalur Gaza menimbulkan solidaritas internasional pada Hamas dan kebencian internasional pada pemerintah Israel dan menuduhnya sebagai penjahat, melakukan perang pemusnahan warga sipil, melakukan aksi-aksi terorisme. Berbeda yang apa yang diteriakkan kepada media internasional bahwa Israel berupaya membasmi terorisme.”

Analis Israel ini mengingatkan bahwa agresi ke Jalur Gaza telah memberikan kekutan cukup kepada gerakan Hamas untuk lebih menentukan syarat-syarat. Bahkan kepada para sekutu Tel Aviv di kawasan.

Shakid melihat, “Negara-negara Arab akan terpaksa sekarang ini untuk memperlakukan gerakan Hamas sebagai kekuatan yang ril. Bukan sebagai gerakan yang terbuang. Hal ini akan membuat negative hubungan Negara-negara Arab dengan Tel Aviv, khususnya Negara-negara Arab yang memiliki hubungan baru dengan Tel Aviv.

Penulis Israel ini melihat bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza tidak lebih dari sekandal baru yang dilakukan sebagian politikus Israel yang tidak memiliki pengalaman politik apapun. (seto)

Selengkapnya...

Tim Dokter: 90% Korban Luka Akibat Pospor Putih


Aman – Infopalestina: Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza memperkirakan 90% korban luka di kalangan orang-orang Palestina dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza, yang berlangsung selama 22 hari, karena terkena bom pospor putih yang dilarang secara internasional.

Tim dokter Yordania dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Asosiasi Dokter Yordania, Selasa (20/01), menyebutkan militer Zionis Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza menggunakan senjata yang dilarang secara internasional. Israel dan para pemimpinnya layak diajukan ke mahkamah kejahatan perang.

Mereka mengatakan para ahli dari Norwegia yang pernah bertugas di Afganistan dan Libanon dan terakhir di Jalur Gaza, setelah terjadinya agresi Zionis Israel terakhir, menegaskan bahwa korban-korban luka akibat agresi Zionis Israel disebabkan terkena senjata non konvensional dan dilarang secara internasional.

Mereka menyatakan bahwa tim dokter Norwegia telah mengambil sampel korban untuk diteriti. Selanjutnya akan dibuat laporan dan dokumentasinya untuk diajukan sebagai bukti kepada mahkamah kejahatan perang untuk mengadili para penjahat perang Israel.

Para dokter Yordania telah mengumpulkan dari para korban luka di rumah sakit ash Shifa di Jalur Gaza, sampel luka dari para korban untuk diperiksa dan mengetahui bahan yang bercampur dengan luka. Mereka menegaskan, “Pemeriksaan ranjang sudah cukup memastikan penggunaan pospor putih yang dilarang secara internasional.” Mereka mengingatkan bahwa asap putih mengepul dari luka yang terbuka dari para korban setelah mereka terkena bom pospor putih.

Ketua tim dokter Yordania, dr. Zuhair Abu Faris mengatakan, asosiasi sedang menyiapkan utusan dokter yang memiliki spesialisasi khusus yang dibutuhkan di Jalur Gaza. Secara khusus sepesialis ahli, ortopedi dan ahli pembuat kaki dan tangan buatan. Dia menegaskan asosiasi akan terus mengirim utusan medis ke Jalur Gaza.

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza ini bejumlah 8 dokter. Sedang tim kedua yang saat ini berada di Jalur Gaza berjumlah 24 dokter, seorang dokter gigi dan seorang perawat, bekerjasama dengan asosiasi dokter gigi dan perawat. (seto)

Selengkapnya...

Duwaik: Perlawanan Membela Agama dan Umat


Ramallah – Infopalestina: Dr. Aziz Duwaik, ketua parlemen Palestina yang ditahan di penjara Israel menegaskan bahwa rakyat Palestina, pemerintahnya dan faksi-faksinya mampu menjaga dan mempertahankan kemenangan yang sudah dicapai di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina, Duwaik dalam ucapan selamatnya kepada perlawanan Palestina dan faksi-faksinya di Jalur Gaza kemarin Selasa (20/1) menegaskan, “Ketahuilah hari ini kalian bukan hanya berdiri menjaga di perbatasan negara dan bangsa saja, bukan sekadar membela perbatasan negara saja, namun kalian menjadi bagian dari umat Muhammad yang membela agama dan menjaga wilayah negara, membela kehormatan umat. Ketahuilah bahwa dukungan umat dan bangsa-bansga kepada kalian bukan lahir dari perjuangan sejam atau revolusi kemarahan. Mereka melakukan itu karena mereka memahami keagungan peran kalian dan beratnya amanat yang kalian emban sebagai manusia terbaik dalam mengemban memiliki amanat.”

Duwaik menyampaikan kepada pejuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza, “Kalian telah diuji dengan ujian terbaik, kalian berada di posisi dimana jutaan bangsa Arab dan kaum muslimin memiliki persangkaan baik kepada kalian, kalian dimuliakan Palestina, dan Palestina mulian karena kalian, selamat kepada kalian yang mendapatkan kemenangan wahai ahli ketegaran, selamat rakyat Palestina, selamat umat Islam dengan rakyat yang agung ini,”

“Barangsiapa yang membertaruhkan akan menghancurkan kalian dengan embargo dan blokade maka dia akan gagal, yang kemudian menggunakan cara peperangan yang tidak menyisakan yang hijau atau yang kering, namun tetap gagal. Dengan meyakinkan sebagai penganut perlawanan, kami akan mampu menjaga capaian ini dan kemenangan ini dengan penuh sebagaimana kita mampu menjaga perlawaan tanpa merasa hina, lemah, takut.” Tutup Duwaik. (bn-bsyr)

Selengkapnya...

Ribuan Warga Gaza Rayakan Kemenangan Perlawanan


Gaza – Infopalestina: Puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza siang kemarin Selasa (20/1) keluar ke jalan-jalan melakukan longmach mendukung gerakan perlawanan Islam Hamas untuk merayakan kemenangan, meski kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza.

Puluhan ribu warga Jalur Gaza itu keluar ke jalan-jalan sejak selesai shalat dhuhur. Mereka melalukan aksi ini ingin menyampaikan pesan setelah perang yang dialami Jalur Gaza selama lebih dari tiga pekan.

Puluhan ribu massa itu berjalan dari sekolah Fakhora di kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza dimana Israel melakukan pembantaian di sana yang menelan 45 orang dan 150 lebih luka-luka. Mereka kemudian berjalan menuju rumah Asy-Syahid Dr. Nazzar Rayyan yang gugur bersama keluarganya dalam bom Israel.

Ribuan warga Palestina lainnya berjalan dari lapangan medan Palestina di Jalur Gaza tengah menuju gedung parlemen Palestina yang dihancurkan Israel. Seorang tokoh Hamas menyampaikan sambutan inti perwakilan dari Hamas.

Di Khan Yunis, Rafah selatan Jalur Gaza, Nasherat, Buraij, Der Al-Balah, ribuah warga Palestina juga keluar meyakan kemenangan perlawanan Palestina. Dalam aksi ini sejumlah besar pejuang dan tokoh Hamas ikut yang menarik perhatian warga di sekitar jalan. Warga Palestina mengibarkan bendera hijau Hamas dan meneriakkan dukungan kepada perlawanan. (bn-bsyr)

Selengkapnya...

Kami Sudah Memanen Yang Ditanam


Oleh: Fahmi Huwaidi

Al-Syarq Qatar

Kala mereka (Israel) gagal taklukkan Gaza dengan senjata, Israel menempuh cara manipulasi, agar mereka bisa mengelak dari apa yang tidak berhasil diwujudkan dengan F16, bom fosfor dan bom curah.

(1)

Awalnya Israel bilang perang ini melawan Hamas dan bukan kepada perlawanan Palestina yang sulit ditaklukkan. Para pengamat menggambarkan psiwar dalam intilejen militer Israel yang ingin melakukan profokasi anti Hamas. Mereka berharap rakyat Palestina akan membelot Hamas dan menjatuhkan pemerintahannya. Yang melihat TV Al-Aqsha sejumlah tayangan profokasi anti elit Hamas dengan berbagai penyifatan negatif. TV ini menuding elit Hamas sembunyi pada saat rakyat Palestina dibombamdir habis Israel. Salah satu tayangannya, mereka mengeluarkan gambar pejuang Al-Qassam yang ketakutan lari dari medan perang. Hal sama terjadi di Radio Suara Al-Aqsha. Kedua media eletronik ini berhasil disabotase Israel karena kecanggihan teknologi mereka.

Disamping menyabotase media eletronik, Israel juga menyebarkan berbagai macam selebaran dengan bahasa Arab ke perkampungan dan penduduk Palestina, terutama di daerah-daerah pertempuran di Betlahia, Bethanon, kamp Jabalia, pinggiran timur dan selatan Gaza dan lain-lain. Dalam selebaran itu diserukan akan tidak bekerjasama dengan Hamas dan membantu menyembunyikan mereka. Dalam banyak media, Israel mengaku Hamas adalah penghalang hakiki dalam mewujudkan perdamaian sekarang. Menurut Israel, dua negara Israel dan Palestina akan berdiri jika Hamas tidak ada dan Jalur Gaza akan maju dalam pembangunan dan ekonomi.

Bahkan Israel menggunakan media-media berbahasa Arab di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan di sejumlah negara Arab untuk membusukkan citra Hamas.

(2)

Psiwar dan penyebaran fitnah yang dilakukan Israel itu bukan hal baru. Termasuk Israel tidak ragu-ragu menggunakan langkah sepihak dalam gencatan senjata. Dalam hal ini Israel ingin membunuh dua burung dengan satu lemparan batu. Di satu sisi ia ingin meredakan murka dunia Arab dan seluruh dunia setelah ketahuan belangnya sebagai negara penjahat perang yang melanggar seluruh undang-undang internasional. Selain itu Israel ingin memberikan kesan bahwa dirinya tidak ingin meneruskan perang dan ingin menciptakan perdamaian.

Di sisi lain, Israel ingin menghentikan serentetan operasi yang tujuannya di atas kemampuannya. Sejumlah laporan Israel menyepakati bahwa operasi militer Israel didasarkan pada memaksa Jalur Gaza menyerah dalam tiga hingga 10 hari. Namun mereka dikagetkan dengan balasan dan perlawanan tempur selama tiga pekan. Roket perlawanan Palestina tak pernah berhenti membombardir wilayah permukiman Israel. personel pejuang perlawanan menantang Israel di medan darat untuk maju. Akhirnya, Israel yakin perang akan berlangsung lebih lama dari yang mereka perkirakan yang pasti akan memeras kemampuan mereka yang diperkirakan menghabiskan 200 juta dolar setiap harinya. Seperti beban biaya mendatangkan pasukan cadangan, membekali perbekalan perang untuk jangka panjang. Di tambah lagi Israel ingin menciptakan realitas dan situasi baru sebelum pemerintah baru Amerika disahkan setelah Obama menjabat presiden Amerika resmi kemarin Selasa (20/1). Jangan lupa, ada pemilu Israel pada 10 Februari depan dimana elit Israel ingin memetik hasil perang atas Gaza dalam pemilu depan antara Livni dan Barack yang merepresentasikan partai Kadema dan partai Buruh. Mereka ingin menyaingi perolehan suara Benjamen Netanyahu dari Partai Likud, yang terkenal kejam terhadap Palestina.

Pada saat Israel ingin meredam kemarahan di dunia luar, sementara di Palestina Israel ingin tetap menghunuskan pedagnya di leher perlawanan di sana. Sebab Israel tidak menarik pasukannya dari Tepi Barat secara utuh. Apalagi gencatan senjata hanya sepihak Israel saja.

Jika perlawanan Palestina di Jalur Gaza melakukan pembalasan terhadap kejahatan Israel, maka negara zionis akan menjadikannya sebagai alasan untuk menyerang dan melanjutkan holocoustnya di Jalur Gaza. Dalam hal ini Israel ingin menempatkan perlawanan Palestina dalam kesulitan dan dilema.

(3)

Setelah gagal menghabisi perlawanan dan menghentikan roketnya, Israel ingin melumpuhkan sumber senjata dan kekuatan mereka. Yakni dengan kesepakatan yang ditandangani pada 16 /1 dengan Amerika soal pelarangan penyelundupan senjata ke Jalur Gaza. Kesepakatan yang sangat aneh. Bagaimana mungkin Amerika dan Eropa melarang senjata kepada perlawanan yang terkungkung dalam negara terjajah. (bn-bsyr)

bersambung

Selengkapnya...

Selasa, 20 Januari 2009

Gaya TV Al-Arabiyah Memusuhi Perlawanan Palestina

Ramallah – Infopalestina: Awalnya berupa berita cepat saji, kemudian gambar, kemudian dilanjutkan dengan analisi, prediksi, mengkontradiksikan kemudian memutar realitas yang ada.

Itulah yang dilakukan TV Al-Arabiyah ketika masuk dalam perangnya melawan Gaza, dengan caranya sendiri. Sebagian pegawai di sana hingga merasa tercekik. Garis redaksi dikuasai oleh orang-orang yang memusuhi perlawanan dan simpati kepada kelompok pragmatis baru yang membela Amerika Serikat.

“Bayangkan mereka korban tewas, semuanya tewas, tidak boleh kita bicara tentang syuhada, kita bicara masalah korban tewas meski mereka anak-anak. Kita dilarang memberikan sifat kepada korban di Jalur Gaza sebagai syuhada. Ini lampu merah. Bahkan istilah korban pun dijauhkan dari kamus kami”, tutur seorang pegawai di TV Al-Arabiyah yang menolak disebutkan namanya. Lampu merah yang dimaksud adalah intruksi dari atas. Tentu sebagian pegawai dan wartawan di lapangan merasa keberatan dengan intruksi ini.

“bayangkan seorang reporter hidup di bawah gempuran bom, melihat langsung darah dan potongan tubuh, kemudia ia dilarang menyebutnya sebagai tindakan permusuhan dan permbantaian.” Imbuhnya.

Al-Arabiyah lebih suka analisi dan komentara yang memperburuk citra perlawanan. Bahkan di awal agresi Israel di Jalur Gaza, Al-Arabiyah hanya menggambarkan sedikit berita menggambarkan sebuah penjara yang dibom Israel saja. Pernah suatu ketika Al-Arabiyah memberitakan kebohongnan jatuhnya puluhan korban di penjara-penjara di Gaza yang diputarbalikan oleh media Ramallah.

Tayangan diputarbalikkan

Pegawai di atas menambahkan bahwa dirinya tertekan secara kejiwaan bekerja di Al-Arabiyah. Dalam kasus agresi Israel ke Jalur Gaza, TV ini hanya menayangkan cuplikan-cuplikan serangan Israel ke Jalur Gaza. Seakan hanya permainan. Bahkan di dalam tayangan operasi darat Israel ke Jalur Gaza, Al-Arabiyah justru menayangkan capai-capaian Israel di lapangan yang begitu mudah dicapai.

Salah satu tayangan di sana adalah “Serdadu Israel dengan senjatanya masuk tanpa takut ke jantung Gaza, kendaraan militer Israel masuk dengan mudah tanpa perlawanan.” Apa yang Anda bayangkan dalam tayangan ini. “rekreasi militer”. Mana perlawanan? Namun pada kenyatan di lapangan tidak seperti yang ditayangkan oleh Al-Arabiyah.

Reporter keluar dari sikap diam mereka

Akhirnya reporter Al-Arabiyah yang di Jalur Gaza merasa perlu segera bertindak dari keterjajahan ini. Misalnya, reporter Hanan Misri mengatakan bahwa pihak di redaksi yang duduk di TV Al-Arabiyah yang mengolah berita dengan ungkapan menyesatkan. (bn-bsyr)

Selengkapnya...

Media Internasional: Agresi Israel atas Gaza Akan Gagal


Washingon/London – Infopalestina: Media-media barat dan internasional memprediksi bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza sejak tiga pekan lalu akan berakhir dengan kegagalan. Tidak mungkin Israel mewujudkan kemenangan terhadap gerakan Hamas berdasarkan sejumlah penelitian dan pengamatan sejumlah strategi dan taktik gerakan perlawanan Hamas dan taktik militer Israel serta perkembangan pertempuran yang ada.

Hamas tak mungkin dihabisi secara militer

“Persimpangan jalan di Gaza” dengan judul ini harian Washington Posh edisi 10/1 di editorialnya menyatakan bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza akan gagal. Sebab Hamas tidak mungkin dihabisi dengan sarana militer.

Harian ini menyebutkan bahwa Israel ingin mengurangi kemampuan militer Hamas dalam hal militer dan memaksa mereka menerima gencatan senjata dengan syarat yang lebih sesuai keinginan Israel. Namun Hamas menunjukkan mereka menang dalam bertahan menghadapi Israel dan menolak permainan Israel itu.

Israel sendiri memilih antara menghabisi Hamas dengan resiko kerugian besar di Jalur Gaza yang melebihi kerugian di pihak Hamas. ini tentu akan berpihak kepada Hamas dan menguatkan kemampuannya di kawasan dan di Eropa atau Israel memilih menarik diri dari Jalur Gaza tanpa ada jaminan penghentian roket perlawanan Palestina.

Pertanyaan yang sulit dijawab Israel

Sementara harian Ruters menyebutkan bahwa kemenangan Israel di Gaza adalah tujuan yang jauh dari kenyataan. Dalam laporan hasil investigsinya edisi (12/1) dinyatakan bahwa jika dilakukan gencatan senjata di Jalur Gaza maka pertanyataanya siapa yang menang? Maka akan dikaitkan lebih banyak kepada kehancuran dan pembunuhan. Namun demikian Israel tidak akan bisa memastikan jawabannya langsung atau pasti. Para pengamat memprediksi bahwa pengertian kemenangan menurut Israel masih jauh dari yang ingin diwujudkan sesuai dengan laporan investigasi. Sebab target perang seperti yang diumumkan Israel tidak tercapai. Yakni mengakhiri serangan roket perlawanan Palestina ke Israel.

Harian ini memeperkirakan akan dicapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas dengan kesepakatan menghentikan serangan roket. Namun peluang kesepakatan ini berlaku jangka panjang akan sulit. Israel juga ingin mencegah penyelundupan senjata ke Jalur Gaza dari Mesir sehingga Hamas tidak akan memperoleh pasokan bahan peledakan dan senjata lainnya dalam membuat roket. Namun bagaimana mewujudkan tujuan Israel itu? Apalagi Mesir menolak penempatan pasukan inetrnasional di perbatasan.

Ruters menyimpulkan bahwa menghabisi Hamas menjadi tujuan sangat sulit dicapai dan Israel tidak kan bisa mewujudkannya apalagi di tengah tekanan dunia internasional agar ikut menghentikan serangan Israel.

Hargai nyawa rakyat Palestina

Harian Dear Standar berbasis di Austria menilai bahwa agresi Israel ke Jalur Gaza tidak akan bisa mewujudkan kemenangan dalam menghabisi Hamas. harian ini menilai bahwa agresi Israel hanya perang klasik dimana Israel mengandalkan kekuatan militer menghadapi kelompok perlawanan yang bukan lagi berperang dengan senjata dan strategi klasik.

Dengan cara seperti ini Israel tidak akan bisa mewujudkan targetnya dalam menghabisi Hamas. di tengah perang seperti ini hanya akan menumpahkan darah sipil. Harian ini mempertanyakan resiko perbuatan Israel? harian ini menjawab seharusnya dalam perang Israel belajar menghargai nyawa rakyat Palestina. (bn-bsyr)

Selengkapnya...

Media Israel: 8 Target Israel Gagal Dicapai dalam Agresi Gaza


Gaza – Infopalestina: Indikasi kekalahan pasukan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari kini didiskusikan oleh media-media Israel dan para pakar. Mereka menyarangkan pernyataan pedas yang menegaskan kegagalan telak yang dialami oleh militer Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Media Israel menyebutkan delapan target Israel yang gagal dicapai dalam agresinya di Jalur Gaza.

Kegagalan menghentikan serangan roket

Tujuan utama agresi Israel adalah menghentikan serangan roket Palestina ke Israel. Namun media Israel dan publik Israel masih menyebutkan bahwa gerakan Hamas masih memiliki senjata roket dan pelontarnya. Padahal roket itu masih mengganggu Israel. mereka mempertanyakan bagaimana jika Hamas masih menyerang permukiman Israel dengan roket-roketnya.

Gencatan senjata karena tidak berdaya

Indikasi kekalahan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza terbukti dengan gencatan senjata yang dilakukan Israel. Media Israel menyebut bahwa gencatan senjata itu dilakukan Israel karena ketidakberdayaan dan bukan karena kekuatan. Mereka mengisyaratkan bahwa ini bukti kekalahan psikologis dan militer bagi Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina. Karenanya, gencatan senjata yang dinyatakan Israel tidak ada gunanya.

Shalit masih ditawan

Target lain yang tidak bisa dicapai Israel dalam agresi ini adalah membebaskan serdadu mereka yang ditawan perlawanan Palestina di Jalur Gaza yakni Gilad Shalit. Media Israel dan pakar menyebutkan bahwa Shalit masih ditawan oleh Hamas. ini sebagai bukti kegagalan intelijen Israel dalam mencari keberadaan Shalit. Bahkan untuk memperoleh informasi keberadaan saja tidak berhasil.

Israel mendapat pukulan keras

Di sisi lain, citra Israel mengalami pukulan keras dari dunia yang melihat semakin jelas bahwa “Israel negara penjahat” yang menggunakan senjatanya tidak pada tempatnya serta melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab. Dunia juga melihat bahwa Israel melanggar seluruh hak-hak, konvensi internasional yang seharusnya dijaga oleh Israel dalam peperangan.

Hubungan tegang dengan Turki

Para pengamat Israel dan pakar media menyebut bahwa hubungan Israel dengan berbagai pihak semakin terancam hancur. Seperti dengan Turki, yang jelas menuding Israel sebagai penjahat perang dan memberikan simpati besarnya terhadap rakyat Palestina terutama kaum sipil di sana.

Kejahatan perang Israel

Sosok Israel semakin jelas setelah agresi ke Jalur Gaza; sosok penjahat perang. Di perkirakan dalam masa-masa dekat ini elit Israel akan menghadapi dakwaan kejahatan perang di mahkamah internasional. Sebab militer Israel melakukan aksi brutal dengan berbagai jenis serangan, menghancurkan rumah-rumah yang ada penghuninya, menghancurkan satu keluarga penuh, membombardir perkampungan sipil dengan bom fosfor, bom curah (cluster), uranium dan lain-lain.

Membidik sipil Palestina

Para pakar Israel menyebutkan bahwa militer Israel membidik warga sipil Palestina yang sama sekali tidak terlibat dalam peperangan secara disengaja.

Hamas mampu mengaku menang

Media Israel menegaskan bahwa kegagalan militer Israel terbukti bahwa Hamas masih mampu mengaku menang sebab target Israel tidak tercapai seperti yang dicanangkan oleh militer Israel, Olmert, dan Barack serta para antek-anteknya. (bn-bsyr)

Selengkapnya...

Komandan Israel: Kami Hadapi Kesulitan Besar dalam Pertempuran Zaitun


Jerusalem – Infopalestina: Seorang komandan senior militer Israel mengungkap bahwa pasukannya menghadapi kesulitan besar dalam aksi penduduki perumahan penduduk Palestina, dan itu benar-benar telah gagal, selama lebih 3 minggu agresi Israel ke Jalur Gaza.

Kolonel Elan Malike, komandan Batalyon Gev’ati”, salah satu pasukan elit Israel, menceritakan bahwa pasukannya beraksi di perbatasan kampung Zaitun, di mana pasukan penjajah Israel melakukan pembantaian berdarah terhadap warga Palestina, keluarga-keluarga Palestina dihabisi secara keseluruhan dan meninggalkan korban sipil berdarah-darah selama berhari-hari hingga maut menjemput mereka.

Kepada media Israel, Senin (19/01). Malike berbicara tentang sisi kesiapan perlawanan Palestina yang lebih dulu dalam menghadapi agresi Israel. Perlawanan telah menggali sejumlah terowongan di daerah tersebut. Para pejuang Palestina berhasil memasang bom di banyak rumah penduduk untuk mengantisipasi masuknya serdadu Israel ke rumah-rumah tersebut kemudian diledakkan.

Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, pernah mengeluarkan pernyataan mengenai hal ini. Selama perang pihaknya berhasil menggirim sekelompok serdadu Israel ke dalam sebuah rumah yang dipasang leledak di kampung Zaitun kemudian diledakkan. Aksi ini mengakibatkan sejumlah serdadu Israel tewas dan terluka.

Komandan pasukan elit Israel ini mengakui pasukannya yang merupakan pasukan terkuat dalam militer Israel, mengalami kesulitan besar dalam pertempuran melawan pejuang perlawanan Palestina di daerah perumahan penduduk.

Malike menceritakan tentang lokasi-lokasi perlindungan perlawanan Palestina di kampung Zaitu. Tempat-tempat ini berisi peledak dan roket-roket RPG anti kendaraan. Dia menyebut Zaitu sebagai kota peledak.

Di wilayah utara Jalur Gaza, pasukan eltit Israel juga mengalami kesulitan yang sama dalam menghadapi para pejuang perlawanan Palestina. Selama perang, pasukan Israel sering terlibat pertempuran sengit dengan perlawanan Palestina. (seto)

Selengkapnya...

Al-Qossam Bunuh 80 Serdadu dan Lessakan 980 Roket


Gaza-Infopalestina : Brigade Izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas menegaskan, pihaknya telah mampu memberikan pukulan keras terhadap musuh Zionis selama perang yang berlangsung 22 hari.

Juru bicara Al-Qossam, Abu Ubaidah dalam konferensi persnya hari ini (19/1) menyebutkan, dalam perang selama 22 hari tersebut, para mujahidnya telah menembak mati 49 serdadu Zionis dan melukai ratusan lainya. Itu belum termasuk korban mati akibat tembakan roket dan tembakan sniper. Dengan demikian diperkirakan jumlah serdadu Zionis yang tewas oleh pasukan Al-Qossam di medan pertempuran, tak kurang dari 80 orang. Jumlah ini belum termasuk korban mati akibat gempuran roket ke wilayah permukiman di sejumlah kota dan distrik Israel. Al-Qossam menantang milirter Israel mengumumkan kerugian sebenarnya yang terjadi di medan pertempuran.

Syuhada Al-Qossam

Dalam pada itu, Abu Ubaidah mengumumkan jumlah syuhada yang meninggal akibat gempuran roket Israel mencapai 1300 orang. Kebanyakan warga sipil yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Jumlah ini menunjukan bahwa perang ini tiada lain hanya pembunuhan warga sipil, sebagai realisasi dari Aqidah Talmud mereka.

Ia mengatakan, perlawanan yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Padahal Israel telah mempersiapkannya ini dalam dalam beberapa bulan sebelumnya. Abu Ubaidah menjelaskan, siapa yang membenarkan perang Israel dan menyebarkan kedustaan bahwa perang ini merupakan serangan balasan atas perlawanan, maka ia telah bersekutu dengan Zionis dan ikut bertanggung jawab dalam perang ini.

Hasil Jihad

Al-Qossam menegaskan, walaupun Israel telah memuntahkan semua roketnya dan membunuh semua yang bergerak di atas bumi ini serta menggunakan ratusan ton bom untuk membunuh bangsa Palestina, namun al-Qossam masih sanggup melancarkan taktik perangnya dalam 23 hari terakhir.

Al-Qossam telah melessakan 980 roket yang terdiri dari 240 roket qossam, 213 roket grad dan 422 roket ringan.

Dari jumlah tersebut, 47 tank Israel rontok dan 4 pesawat tempur mereka jatuh. Satu diantaranya pesawat pengintai tanpa awak.

Tawanan Perang

Juru bicara Al-Qossam ini kemudian menyebutkan, para mujahidnya telah melakukan dua operasi penculikan terhadap serdadu Israel. Pertama dilakukan di sebelah timur Tufah pada hari ketiga serangan dan berhasil menawan sejumlah serdadu Israel. Di sela operasi itu, masuklah pesawat tempur Israel dan menembaki pasukan perlawanan Al-Qossam hingga mujahid Al-qossam, Mahmud Raifi gugur syahid dan terbunuhnya satu serdadu Israel. Sementara yang lainya dapat meninggalkan tempat dengan selamat, walau beberapa orang terluka.

Adapun operasi kedua, dilakukan pada tanggal 5 Januari di sebelah Timur Jabalia. Para pejuang al-Qossam mampu menawan satu serdadu Israel dengan pengawalan ketat dan menahannya selama dua hari di salah satu gedung di medan pertempuran. Kemudian pasukan Zionis mengirimkan salah seorang warga sipil yang ditahannya sebagai tameng hidup untuk dijadikan barang tebusan dengan serdadu Zionis. Namun pasukan perlawanan menolaknya. Pasukan Zionis berang dan mengirimkan pesawat tempur F16 mereka untuk membombardir gedung itu. Dalam serangan ini, tiga pejuang perlawanan yang menawan serdadu tadi gugur syahid sementara serdadu Israel mati terbunuh. Ketiga pejuang tersebut masing-masing, Muhammad Farid Abdullah, Muhammad Abdullah Ubaid dan Iyad Hasan Ubaid.

Pasukan Roket Tidak Terpengaruh

Terkait dengan klaim Israel bahwa targetnya di Gaza telah tercapai, Abu Ubaidah mengatakan, target Zionis di Gaza tidak ada satupun yang tercapai kecuali pembantaian dan kejahatan perang mereka.

Kami di Al-Qossam menegaskan, pasukan roket kami dengan izin Allah tidak tersentuh. Kami melessakan roket-roket ini di saat perang tanpa henti dan kami masih mampu untuk melessakan roket-roket ini selanjutnya. Kami tegaskan, roket kami terus berkembang dan meningkat kemampuanya. Musuh Zionis akan mendapatkan kerugian baru dan menjadi target serangan kami di masa yang akan datang. Kamipun melessakan roket ini dengan perencanaan di saat perang. Seperti kami katakan di awal. Israel telah memulai perang. Namun mereka tidak mampu menghentikanya. Kamilah yang menentukanya.

Sejak awal mereka mengatakan, perang akan berlangsung sebentar. Tetapi kemudian mereka menggelar tahap kedua dan ketiga. Kerugian kami akibat perang ini sedikit sekali. Kami sudah memperbaikinya sebelum perang berakhir. Demikian juga dengan klaim Zionis yang mengatakan, telah menawan pasukan perlawanan. Ini adalah pernyataan dusta. Tidak ada satupun anggota perlawanan yang tertawan oleh mereka. Walaupun mereka menawan itupun hanya warga sipil biasa.

Persenjataan Akan Berlanjut

Juru bicara Al-Qossamm, Abu Ubaidah menegaskan, tujuan perang Zionis tertuju pada penghentian penyelundupan senjata melalui perbatasan. Dan ia minta dukungan internasional untuk menghentikanya. Kami katakan, kalau benar, kapankah penyelundupan senjata melalui jalur resmi perlintasan. Apakah mereka mengizinkannya ? tentu tidak. Tetapi yang penting kami tahu bagaiman senjata itu dibuat dan darimana senjata itu masuk Gaza.

Yang perlu kami katakana di sini adalah, senjata perlawanan tidak masuk dengan jalan diselundupkan. Sejak awal kami menginginkan senjata itu masuk secara resmi. Namun semua Negara menolak perlawanan rakyat Palestina. Oleh karena menjadi hak kami untuk memasukanya dengan cara yang kami bisa. Tekanan untuk melarang masuknya senjata bukanlah perkara baru. Sejak dahulu mereka melarang masuknya senjata perlawanan. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi kami untuk melawan penjajahan. (asy)

Selengkapnya...

27 Masjid dan Banyak Mushala Dihancurkan Israel Selama Agresi


Wina – Infopalestina: Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional atau Friends of Humanity International (HumanRights Organization) yang berkantor di Wina Austria, Selasa (20/01), mengeluarkan laporan tentang aksi-aksi pasukan Zionis Israel yang menghancurkan rumah-rumah ibadah selama agresi yang dilancarkan ke Jalur Gaza.

Organisasi HAM dunia ini dalam laporannya, sebagaimana diterima koresponen Infopalestina salinannya, mengatakan bahwa “selama serangan Israel yang mengenai banyak warga sipil Palestina dan lokasi-lokasi sipil Palestina lainnya, pasukan penjajah Israel secara sengaja, sebagaimana diakui para pejabat Israel, telah menggempur rumah-rumah ibadah di Jalur Gaza dengan rudal dan senjara beratnya, bersama orang-orang yang sedang beribadah di dalamnya di sebagian kejadian. Hal ini dilakukan Israel dalam perang menyeluruh terhadap Jalur Gaza.”

Organisasi ini memberikan data yang mendokumentasikan nama-nama dan lokasi 27 masjid yang dihancurkan oleh militer Israel sejak dimulai agresi ke Jalur Gaza pada 27 Desember 2008 lalu. Masjid-masjid tersebut disebutkan nama-namanya sebagaimana dikenal oleh orang-orang Palestina. Dijelaskan nama masjid, lokasi dan realita serangan yang terjadi di setiap masjid serta dampak yang ditimbulkan akibat aksi penghancuran Israel tersebut.

Organisasi HAM dunia ini juga menyebutkan puluhan masjid lain yang mengalami kerusakan lebih ringan akiabt serangan pasukan Israel ke rumah-rumah atau institusi-insititusi sipil yang bersebelahan dengan masjid-masjid di Jalur Gaza. Pasukan Israel juga menghancurkan banyak mushala (lebih kecil dari masjid) yang ada di gedung-gedung departemen, yayasan, gelanggang olah raga, kantor polisi dan di institusi-institusi sipil lainnya yang menjadi target gempuran dan bombardemen Israel.

Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional mengecam serangan Israel terhadap warga sipil dan rumah-rumah ibadah. Pihaknya menilai, “Serangan terhadap masjid-masjid dan institusi-institusi sipil painnya oleh pasukan penjajah Israel merupakan penistaan besar terhadap kehormatan masjid, rumah ibadah dan institusi-institusi sipil.” Organisasi HAM dunia ini mengatakan, “Hal itu tidak aneh pada pasukan penjajah Israel yang terus melakukan kejahatan perang setiap hari terhadap rakyat Palestina. Dengan senjata-senjata berat, mereka menyerang anak-anak, kaum wanita, orang tua dan rumah-rumah yang aman dalam perang mereka terhadap orang-orang Palestina.”

Apa yang dilakukan Israel saat ini, menurut organisasi HAM ini, selaras betul dengan apa yang dilakukan milisinya di tanah Palestina di wilayah green line pada tahun 1940-an yang lalu. Mereka menghancurkan ribuan rumah ibadah dan tempat-tempat sacral. Aksi-aksi semacam ini persis dengan aksi-aksi milisi Serbia yang melakukan pembantaian dalam perangnya terhadap rakyat Bosnia dan Herzigoslava pada tahun 1990-an lalu serta penghancuran yang mereka lakukan terhadap rumah-rumah ibadah di sana.”

Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional mengatakan, “Klaim-klaim penjajah tentang adanya orang-orang bersenjata Palestina di dalam masjid adalah kebohongan.” Buktinya adalah “mereka yang berlindung di masjid-masjid adalah mereka yang rumah-rumahnya dihancurkan penjajah Israel, kebanyakan adalah anak-anak, kaum wanita dan orang tua.” (seto)

Selengkapnya...

Shabaab al-Mujahidin Membersihkan Mogadhisu


MOGADISHU (Arrahmah.com) - Mujahidin dari Shabaab al-mujahidin melakukan pembersihan di sepanjang jalan di Mogadishu, menebang pohon-pohon yang mulai mengganggu jalan, juga mengeruk tanah menggunakan sekop untuk membersihkan wilayah tersebut dari ranjau dan hal-hal lain.

Mujahidin terlihat sangat aktif menggunakan sekop, kapak dan melakukan pekerjaannya dengan serius.

“Jika masyarakat telah terbiasa melihat mujahidin memegang senjata, maka kini mereka dapat melihat mujahidin memegang sekop dan kapak untuk memenuhi kewajiban dari keyakinan mereka (Islam),” ujar Syeikh Abu Mansur.

Syeikh Abu Mansur juga mengatakan, muslim adalah orang-orang yang senang bekerjasama, dan bahwa mereka tidak memerlukan bantuan apapun dari organisasi manapun, sejak musuh telah keluar dari daratan mereka.

Syeikh Abu Mansur hafidzahullah, bersumpah bahwa musuh akan segera meninggalkan seluruh wilayah di Somalia dan seluruh daratan muslim.

Selengkapnya...

Para Petinggi Israel Bersiap-siap Hadapi Dakwaan Kejahatan Perang


TEL AVIV (Arrahmah.com) - Sejumlah sumber media Israel menyebutkan bahwa institusi keamanan Israel yang terancam dakwaan kejahatan perang menyikapi hal itu dengan serius. Mereka mulai melakukan sejumlah persiapan pembelaan, penghimpunan informasi, bukti soal rumah-rumah dan bangunan di Jalur Gaza yang dihancurkan yang akan digunakan membela diri.

Sejumlah sumber menegaskan kemarin Senin (19/1) bahwa pemerintah Israel mengeluarkan intruksi kepada komandan-komandan dan pejabat politik Israel untuk datang ke Mahkamah Agung Israel sebelum bepergian ke luar negeri. Pemerintah zionis Israel juga sudah melarang beberapa orang dari mereka untuk bepergian karena khawatir dakwaan kejahatan perang dari Mahkamah Pidana Internasional atau sejumlah negara di Eropa yang memberikan izin dalam undang-undangnya untuk menyeret Israel dalam pidana kejahatan perang.

Dalam pembelaannya, Israel menyatakan bahwa rumah-rumah dan bangunan yang dihancurkan dihancurkan karena digunakan sebagai gudang senjata dan pos penembakan. Ancaman inti menurut Israel berasal dari pihak organisasi dan lembaga HAM dan bukan dari pemerintahan. Israel menegaskan bahwa kunjungan sejumlah pejabat Eropa ke Tel Aviv kemarin yang membela perang Israel terhadap “terorisme” diperkirakan akan membantu Israel dalam menghadapi dakwaan itu.

Sumber Israel menegaskan bahwa mereka akan beralasan bahwa perang atas Jalur Gaza sebagai aksi bela diri dan sudah memberikan peringatan kepada warga sipil Palestina agar meninggalkan gedung atau bangunan yang akan dihancurkan Israel. Israel mengaku melakukan kontak kepada seperempat juta percakapan telepon, email, selebaran kepada warga sipil Palestina.

Namun Israel sudah ketar-ketir atas tuduhan kejahatan perang itu. Sebab sejumlah menteri Israel belakangan terpaksa menerima investigasi internasional terkait kejahatan perang atas Gaza. Ini berarti para elit Israel terpaksa harus berdiri di depan pengadilan. Sebagaimana yang pernah terjadi terhadap elit Israel karena perang mereka dalam Intifadhah II.

Seorang menteri Israel menegaskan kepada Haaretz, ketika kerusakan berat terjadi di Jalur Gaza, dirinya tidak akan bepergian ke Amsterdam. Seorang menteri Israel lainnya merasa tidak mampu menemani media asing lainnya di Gaza untuk menjelaskan situasi di sana. (Hanin Mazaya/bbs/arrahmah.com)

Selengkapnya...

SEBAGIAN BESAR PASUKAN KHUSUS AL QASSAM HAFAL AL QUR’AN 30 JUZ


kispa.org - Sipakah mereka? Bagaimana mereka mengisi hari-harinya?.

Lidah mereka tak lepas dari lantunan ayat suci Al-Quran yang ada dalam dada mereka, zikir, tasbih, dan doa juga selalu membasahi lidah mereka. 48 jam berada di dalam parit yang luasnya tidak lebih dari 2 m2 dengan bekal air dan korma. Yang ada pada diri mereka adalah JIHAD….menang…atau mati syahid.

Mereka adalah satuan khusus Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam, Harakah Al-Muqawamah Al-Islamiyah (Hamas). Pasukan yang sejak lama disiapkan dan sangat terlatih. Seluruh anggota pasukan khusus ini dapat menggunakan berbagai senjata yang biasa digunakan oleh tentara teroris Israel. Mereka ditempatkan di garis depan yang memiliki tugas khusus menghadang dan langsung merangsek ke barisan musuh.

Mereka menempatkan diri beberapa hari di dalam parit-parit untuk menyambut kedatangan pasukan teroris Israel ke pusat Gaza. Operasi ini sudah di mulai sejak awal serangan darat Israel pada tanggal 3 januari 2009 lalu hingga saat ini.

Abu Mu’adz, salah seorang pimpinan teras atas Brigade Al-Qassam dan juga sebagai pelatih pasukan khusus ini mengatakan : “Secara tidak berlebihan, saya ingin menegaskan bahwa pasukan khusus ini sangat menikmati operasi ini. Mereka memiliki kebulatan tekad, kesabaran yang tinggi, keyakinan yang kuat, mental yang sangat tegar”.

Abu Mu’adz juga menambahkan bahwa sebagai besar anggota pasukan khusus ‘hantu pencari mati’ ini hafal Al-Quran 30 juz dan selebihnya mereka hafal lebih dari setengah Al-Quran. Seperti halnya 70 sahabat Rasulullah SAW yang hafal Al-Quran dan syahid dalam perang Yamamah.

Pasukan ini sudah terlatih sejak lama. Mereka sengaja disiapkan untuk melakukan perang terbuka melawan tentara Agresor Israel dan melakukan penyergapan yang terorganisir dengan rapi terhadap tentara zionis Israel. Sebelumnya Al-Syahid Mahmud Al-Rifiy, salah seorang pasukan ini, telah menghantam pasukan khusus tentara Agresor Zionis yang telah memasuki wilayah tersebut. Dia berhasil meledakkan beberapa bom yang menewaskan dan melukai beberapa tentara musuh. Yang Kemudian dia syahid diberondong oleh helikopter Apache milik tentara Zionis. (warnaislam/HTHE/fn)

Selengkapnya...

Lagi blog hina nabi, pertikai al-Quran

KUALA LUMPUR: Tidak sampai sebulan laman blog menghina Nabi Muhammad disekat penyebaran, muncul pula satu lagi laman blog baru yang dicipta pihak tidak bertanggungjawab untuk mencemarkan keperibadian junjungan besar Rasulullah s.a.w sekali lagi.

Kewujudan laman blog berkenaan menimbulkan rasa marah di kalangan pengguna Internet yang percaya ia provokasi untuk menimbulkan kemarahan umat Islam.

Kemunculan laman web baru yang mempunyai alamat hampir sama dengan laman blog sebelum ini mula disedari pengguna laman web selepas menjadi buah mulut di kalangan pengirim e-mel.

Bezanya, kali ini penulis blog itu menukar satu daripada abjad yang terdapat pada laman blog berkenaan yang secara terang-terangan cuba menghina Nabi Muhammad s.a.w.

Melalui laman blog berbahasa Inggeris itu, penulis sedaya-upaya menimbulkan provokasi terhadap umat Islam dengan hujah dan dakwaan dangkal yang terang-terangan menghina al-Quran, Nabi Muhammad serta Islam.

Penulis mendakwa sungguhpun sedar perbuatan gilanya itu akan mencetuskan keadaan huru-hara dan kemarahan masyarakat, namun mendakwa tidak sanggup membohongi dirinya dengan berdiam diri.

Penulis juga beberapa kali mempersoalkan tindakan Rasulullah mengahwini Aisyah yang ketika itu masih kanak-kanak selain menuduh umat Islam sebagai pengganas.

Lebih menyakitkan hati, penulis terus-menerus menyerang Nabi Muhammad dan al-Quran yang disifatkannya menjadi penyebab utama umat Islam hari ini terdorong menjadi pengganas.

Berikutan itu, penulis ‘berhati syaitan’ itu terus menuduh Nabi Muhammad tidak layak menjadi Rasul.

Menurutnya, dia kononnya terdetik mempersoalkan Rasulullah selepas membaca penemuan kononnya hasil kajian cendikiawan Islam yang murtad membabitkan perbandingan antara agama yang sekali gus menghancurkan benteng keimanannya.

Penulis turut menyatakan kononnya selepas itu beberapa kali mengkaji al-Quran dan menemui pelbagai perkara yang menurutnya tidak sepatutnya ditulis dalam kitab suci yang diturunkan Allah sebelum membuat keputusan menjadi murtad.

Membuktikan kesungguhan untuk menyesatkan umat manusia, penulis mengajak orang ramai bersama-sama menyelidiki secara bersendirian mengenai kebenaran agama masing-masing dengan membaca pelbagai dakyah sesat melalui alamat hubungan terus ke beberapa laman web yang terang-terangan memusuhi Islam.

Harian Metro 27 Disember lalu melaporkan mengenai seorang penulis laman blog yang dikesan cuba menaikkan kemarahan umat Islam di negara ini apabila tergamak menyiarkan artikel berbahasa Melayu dan beberapa lukisan menghina Islam serta Nabi Muhammad.

Selengkapnya...