Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2009

Delegasi Parlemen Maroko Terkejut dengan Keteguhan Warga Gaza

Gaza – Infopalestina: Delegasi Parlemen Maroko, Senin (26/01) malam berhasil masuk ke Jalur Gaza melalui gerbang Rafah setelah menunggu di perbatasan sangat lama. Mereka mengunjungi gedung parlemen Palestina yang hancur oleh serangan udara Zionis Israel dalam agresinya terakhir ke Jalur Gaza. Mereka juga mengunjungi sejumlah instansi resmi pemerintah yang mengalami gempuran serupa.

Ketua Delegasi Parlemen Maroko, Dr. Mustafa al Ramid menegaskan semangat yang dominant pada warga Gaza penuh dengan rasa kemenangan dan harapan. Dia mengatakan, “Kunjungan kami ke Jalur Gaza untuk menyaksikan bekas gedung Parlemen Palestina yang dihancurkan alat-alat perang Israel, dikejutkan oleh situasi di mana kami mendapati warga Jalur Gaza penuh semangat dan keteguhan.”

Dia melanjutkan, “Kami berkeliling ke lokasi-lokasi yang terkena aksi penghancuran Israel yang menyerang infrastruktur di Jalur Gaza, kami mendapati semangat yang tinggi dari warga. Mereka memberi kami banyak pelajaran dalam kegigihan dan keteguhan pada prinsip. Mereka tak gentar dengan ancaman-ancaman yang terus dilancarkan pasukan Israel.”

Dr. Mustafa menyatakan kunjungan delegasi Parlemen Maroko ke Gaza ini refleksi sikap rakyat Maroko yang mendukung Gaza dan orang-orang Palestina dalam menghadapi penjajah. Dia mengatakan, “Misi kami dalam kunjungan ini adalah misi solidaritas kepada rakyat Palestina dan misi dukungan mutlak dari rakyat Maroko kepada saudara-saudara kami di Palestina. Dari kunjungan ini kami juga ingin melihat besarnya kehancuran yang diakibatkan oleh alat-alat perang Zionis Israel terhadap saudara kami di Palestina.”

Kunjungan delegasi parlemen Maroko ini terjadi dari 9 anggota parlemen yang mewakili dari berbagai aliran politik dan partai di Maroko. Mereka memulai kunjungan, Senin (26/01), ke Jalur Gaza setelah menunggu sangat lama di gerbang perbatasan Rafah. Yaitu setelah otoritas keamanan Mesir menolak memberi izin kepada delegasi menyeberang perlintasan Rafah. (seto)

Selengkapnya...

Kamis, 22 Januari 2009

Misy’al: Pertempuran Gaza Titik Perubahan dalam Konflik dengan Israel


Damaskus – Infopalestina: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al menegaskan apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah “awal perang hakiki dan besar yang dimenangkap rakyat kami di lapangan. Untuk itu pertempuran Gaza adalah titik perubahan dalam konflik dengan Zionis Israel.”

Hal tersebut disampaikan Misy’al dalam pidato televisi, Rabu (21/01) malam. Dia menegaskan, “Pertempuran ini menjadi asas bagi strategi sungguh-sungguh dan aktif untuk pembebasan dimulai dari Palestina dan membentang dengan dukungan umat di seluruh tempat. Dan benar, ini dalam perang pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dinamakan oleh para pejuang perlawanan Palestina. Pembeda antara perlawanan dan kompromi, antara sebelum dan sesudah agresi.”

Dia menambahkan, “Pertempura Gaza adalah awal kemenangan hakiki dan mendekatkan kemenangan yang akan datang dan target yang akan datang.” Dia menegaskan pembebasan Palestina “tidak hanya sekadar mimpi, namun realita yang kita lihat. Pertempuran Gaza telah mengangkat kita ke atas dan kita melihat kemenangan akan datang, isya Allah.”

Misy’al kembali menegaskan, ini adalah kemenangan Gaza, perlawanan dan rakyat Palestina sekaligus kegagalan musuh. Kemenangan perlawanan di Gaza terjadi lebih besar dan lebih jelas dari klaim-klaim musuh dan keraguan orang-orang yang bersekongkol dalam agresi ini. “Tidakkah cukup bahwa target-target musuh belum terealisasi. Penjajah telah gagal di medan pertempuran sebagaimana telah gagal dalam politik. Maka setelah 3 pekan, mereka terpaksa menghentikan serangan dan penarikan sepihak tanpa ada kesepakatan atau syarat apapun yang menjadi komitmen perlawanan.”

Tidak lupa Misy’al mengingatkan keberhasilan perlawanan Palestina dalam menawan sejumlah serdadu Israel selama agresi di Gaza. “Kami akan kembali berupaya menawan serdadu Israel lagi untuk pembebasan para tahanan Palestina,” ungkap Misy’al.

Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa setelah kemenangan pertempuran di Jalur Gaza, maka masih tersisa dua pertempuran lagi. Yang pertama adalah pertempuran pembebasan blockade dan yang kedua adalan pertempuran pembukaan pelintasan, khususnya gerbang perlintasan Rafah yang merupakan pintu ke dunia luar bagi rakyat Palestina dan urat nadi kehidupan mereka. Karenanya hal itu menjadi prioritas. “Kami minta kepada umat dan bukan dari musuh untuk membuka pelintasan, meskipun ini adalah hak kami, karena musuh telah menduduki tanah kami,” tegasnya. Misy’al yakin dua pertempuran ini akan dimenangkan.

Terkait dengan pembangunan Jalur Gaza, Misy’al menegaskan bahwa Hamas dan Pemerintah Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah akan menanggung seluruh tanggung jawab kepada warga Jalur Gaza. “Kami akan menanggung seluruh tanggung jawab penuh. Kami akan mengobatan semua yang terluka dan mengganti apa yang kami bisa.”

Hamas dan pemerintah Haniyah sudah mulai bekerja demi merealisasikan proyek pembangunan, penampungan, penggantian dan pengobatan korban luka. Dia mengatakan, “Kami sudah menghubungan beberapa Negara dan mengungjungi sebagiannya sekaligus melakukan koordinasi, untuk memberikan solusi bagi warga Gaza.”

Ada dua hal yang sangat prioritas dalam masalah ini, tegas Misy’al. Yang pertama adalah santunan keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka. Serta keluarga-keluarga yang eksodos karena kehilangan rumah. Rincianya diserahkan kepada pemerintah Haniyah. Selain itu juga pengobatan korban yang terluka. Hal yang kedua adalah program pembangunan. Dalam akan diberikan penggantian apa yang hilang dan dibangun apa yang sudah dihancurkan Israel.

Untuk itu, Misy’al menyerukan kepada Negara-negara dan lembaga-lembaga Arab, Islam dan internasional yang sudah memutuskan memberikan bantuan ratusan juta dolar untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Namun dia mengingatkan agar tidak memberikan dana ini kepada tangan-tangan yang salah (rusak). Ada dua cara, diserahkan kepada pemerintah yang dipimpin Ismail Haniyah yang memiliki tangan bersih dalam melayani rakyat dan bisa diawasan langsung oleh Negara pemberi dana. Atau kepada pihak-pihak yang dianggap memiliki komitmen memberikan pelayanan kepada rakyat Palestina dan langsung diawasi oleh pemberi bantuan. Misy’al mengatakan, “Semua orang Palestina tidak mau dana ini jatuh ke tangan orang-orang yang rusak, anda semua tahu yang sebenarnya.” (seto)

Selengkapnya...

Hamas Sambut Baik Seruan Dialog Atas Dasar Kejujuran dan Keikhlasan


Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyambut baik ajakan dialog yang diserukan belakangan. Hamas menegaskan pentingnya seruan ini didasarkan pada kejujuran dan keikhlasan serta keyakinan kemestian dan pentingnya penghormatan dan penerimaan orang lain sebagai partner utama dalam perimbangan Palestina.

Jarubicara Hamas Fauzi Barhum mengatakan, “Kekuatan hakiki mestinya bisa mewujudkan persatuan dan menghadapi tanangan, bukan melakukan konspirasi dan menghabisi pihak lain. Legalitas dari dari rakyat dan penghormatan pada hukum serta melalui kotak-kotak suara. Apapun dialog Palestina yang ingin dicatat keberhasilannya harus terpenuhi segena suasana yang kondusif dan segenap kebutuhannya secara nyata.”

Barhum mengatakan, Rabu (21/01), “Dilog bukanlah slogan, seruan dan statemen. Kemaslahan nasional tidak datang dengan melempar kebencian ke pihak lain. Kapan kondisi membaik, perang berakhir, blockade dibebaskan, pelintasan dibuka, penjajah hengkang dari Gaza dan suasana disiapkan penuh maka kami semua akan siap duduk menunggu mereka di meja dialog.”

Dia menyampaikan penghargaannya yang tinggi pada sikap yang terpuji dan berani dalam KTT Qatar, di mana Hamas menyampaikan kalimat rakyat Palestina dan kalimat perlawanan dan mengungkapkan secara jujur apa yang terjadi di Jalur Gaza dan Palestina.

Dia juga menghargai peran Qatar dan Saudi dalam memberikan dukungan dan dana untuk membangun kembali Jalur Gaza. Dia berharap dana ini sampai lebih cepat kepada mereka yang berhak dan melalui jalur yang benar di Jalur Gaza. (seto)

Selengkapnya...

Aparat Abbas Tingkatkan Operasi Terhadap Hamas di Tepi Barat


Ramallah – Infopalestina: Meski banyak seruan mengajak untuk dilakukan islah Palestina, aparat keamanan Abbas di Tepi Barat terus meningkatkan operasinya terhadap gerakan Hamas. Gerakan Hamas menyayangkan tindakan aparat Abbas tesebut, apalagi itu terjadi saat agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza sedang berlangsung.

Anggota Pimpinan Politik Hamas, Ra’fat Nashif, dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu (21/01), sebagaimana dikutip koresponen Infopalestina, menjelaskan bahwa sepanjang perang berlangsung penangkapan politik dan interogasi terhadap pendukung gerakan Hamas dan kadernya oleh aparat Abbas di Tepi Barat terus terjadi. Ditambah tindakan represif yang disaksikan dunia melalui televisi terhadap aktivitas solidaritas kepada Jalur Gaza dan menolak agresi Israel ke sana.

Petinggi Hamas ini menambahkan, “Yang menyayat hati adalah bahwa setelah penjajah Zionis Israel mengumumkan kekalahannya dalam perang yang dimenangkan rakyat Palestina ini, dan setelah muncul harapan bahwa kemenangan ini akan diiringi dengan islah nasional Palestina bersamaan dengan upaya Arab terakhir dalam KTT Doha dan Kuwait untuk merealisasikan islah Palestina ini, justru aparat keamanan Abbas di Tepi Barat terus memburu pendukung dan kader gerakan Hamas dengan menangkapi mereka. Alih-alih membebaskan tahanan politik dari penjara aparat keamanan di Tepi Barat yang sebagiannya mengalami penyiksaan, aksi mereka terhadap gerakan Hamas justru meningkat.”

Nashif mengatakan, “Kami gerakan Hamas menegaskan bahwa perilaku yang ditunjukan aparat keamanan Abbas ini menimbulkan keraguan sejauh mana kesungguhan seruan Abu Mazen dan orang-orang disekitarnya mengenai persatuan nasional dan pengakhiri perpecahan internal.”

Hamas menyerukan Arab dan sekjen Liga Arab untuk bertindak mengakhiri dan menghentikan operasi yang terus dilakukan aparat keamanan Abbas dan menyerukan penghentiannya. Hamas menegaskan agar tidak dihentikan upaya-upaya Arab untuk mendukung islah dan menyediakan supervisor Arab secara berjamaah untuk dialog Palestina, serta menyediakan kondisi bagi kesuksesannya dengan menghentikan operasi terhadap Hamas di Tepi Barat. (seto)

Selengkapnya...

Departemen Pekerjaan Perkirakan Biaya Rekonstruksi 2 Miyar Dolar Lebih


Gaza – Infopalestina: Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemerintah Palestina di Jalur Gaza memperkirakan anggaran dana untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah agresi Zionis Israel mencapai 2 milyar 215 juta dolar USD. Menurutnya, semua upaya yang dicurahkan baik tingkat regional maupun internasional tidak akan terealisasi kecuali dengan membuka pelintasan dan koordinasi dengan pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina Dr. Yusuf Mansi dalam konferensi pers di Gaza, Rabu (21/01) mengatakan, “Jumlah dana tersebut yang diperkirakan departemen adalah hitungan awal yang separohnya untuk kerusakan. Mencakup pembangunan kembali seluruh sektor ditambah bantuan dan penampungan segera untuk warga.”

Dia menjelaskan 5 ribu keluarga dihancurkan rumah mereka dan kehilangan seluruh perabotannya. Mereka membutuhkan tempat bernaung alternative. Kebutuhan standar satu keluarga selama satu tahun mencapai 10 ribu dolar.

Yusuf menambahkan, “Jumlah keluarga yang dihancurkan rumahnya sebagian atau hampir keseluruhan dan tidak layak untuk ditempati dengan memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagiannya mencapai 6 ribu rumah. Dan yang dibutuhkan untuk setiap rumah mencapai 5 ribu dolar. Sementara itu jumlah rumah yang rusak dan bisa direnovasi sebanyak 10 ribu rumah dan setiap rumah membuntuhkan dana sebesar 3 ribu dolar setiap tahunnya.

Dr. Yusuf menyebutkan global rumah penduduk yang dihancurkan secara total dan tidak layak untuk dihuni mencapai 20 ribu unit rumah dan membutuhkan dana 250 juta dolar untuk membangunnya kembali.

Dia menjelaskan gedung pemerintah, yayasan dan gelanggang yang dihancurkan membutuhkan dana 8 juta dolar untuk membangunnya kembali dan siap untuk dipakai. Sementara jumlah anggaran untuk membangun kembali bandara dan pelabuhan Gaza mencapai 10 juta dolar.

Sedangkan sekolah, kampus dan taman kanak-kanak yang dihancurkan selama agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza membutuhkan dana 40 juta dolar. Ditambah 55 juta dolar sebagai anggaran pembangunan kembali pabrik, bengkel, mobil dan pelayanan sipil.

Jaringan infrastruktur air, listrik, jembatan dan jaringan penyebarannya membutuhkan dana 55 juta dolar untuk membangunnya kembali. Ditambah 40 juta dolar total anggaran yang diperkirakan untuk membangun kembali sumur-sumur pertanian, peternakan dan pabriknya. (seto)

Selengkapnya...

Amnesty Internasional Pastikan Israel Gunakan Bom Pospor


London – Infopalestina: Lembaga Amnesty Internasional memastikan militer Israel menggunakan pospor putih, senjata yang mengakibatkan luka bakar yang luar biasa, dalam aksi militer di wilayah-wilayah pada penduduk di Jalur Gaza.

Amnesty Internasional dalam pernyatannya mengatakan, “Di sana ada bukti-bukti yang tidak diragukan dan tidak mungkin diingkari atas penggunaan senjata pembakar ini oleh militer Israel. Pengungkapan realitas ini hasil kerja investigasi yang dilakukan tim Amnesty Internasional yang sampai di Jalur Gaza, Sabtu (17/01), sebelum militer Zionis Israel mengumumkan penangguhan aksi militernya di Jalur Gaza.”

Amnesty Internasional menyebutkan semua yang terkena pospor putih terbakar hebat hingga ke otot kemudian tulang belulang. Senjata ini mengakibatkan berkurangnya oksigen, sehingga orang yang menghirup asapnya akan mengalami sesak teramat sangat hingga meninggal.

Amnesty Internasional mengatakan, “Utusannya sudah hari Ahad (18/01) lalu sudah menunjuk sejumlah wilayah di penjuru Jalur Gaza sisa serangan bom pospor dan sampai saat ini masih berkobar. Hal ini menjadi bahaya serius bagi warga, khususnya anak-anak yang bermain di jalan-jalan.

Amnesty Internasional mengutip dari Christopher Gob Smith, pakar dalam senjata dan salah seorang anggota utusan Amnesty yang dikirim ke Jalur Gaza, yang mengatakan bahwa mereka sudah menentukan jalan-jalan di Jalur Gaza yang tercemar sisa bom pospor dan sebagian sisa rudal dan bom yang digunakan militer Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza.

90% Korban Akibat Bom Pospor

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza memperkirakan 90% korban luka di kalangan orang-orang Palestina dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza, yang berlangsung selama 22 hari, karena terkena bom pospor putih yang dilarang secara internasional.

Tim dokter Yordania dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Asosiasi Dokter Yordania, Selasa (20/01), menyebutkan militer Zionis Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza menggunakan senjata yang dilarang secara internasional. Israel dan para pemimpinnya layak diajukan ke mahkamah kejahatan perang.

Mereka mengatakan para ahli dari Norwegia yang pernah bertugas di Afganistan dan Libanon dan terakhir di Jalur Gaza, setelah terjadinya agresi Zionis Israel terakhir, menegaskan bahwa korban-korban luka akibat agresi Zionis Israel disebabkan terkena senjata non konvensional dan dilarang secara internasional.

Mereka menyatakan bahwa tim dokter Norwegia telah mengambil sampel korban untuk diteriti. Selanjutnya akan dibuat laporan dan dokumentasinya untuk diajukan sebagai bukti kepada mahkamah kejahatan perang untuk mengadili para penjahat perang Israel.

Para dokter Yordania telah mengumpulkan dari para korban luka di rumah sakit ash Shifa di Jalur Gaza, sampel luka dari para korban untuk diperiksa dan mengetahui bahan yang bercampur dengan luka. Mereka menegaskan, “Pemeriksaan ranjang sudah cukup memastikan penggunaan pospor putih yang dilarang secara internasional.” Mereka mengingatkan bahwa asap putih mengepul dari luka yang terbuka dari para korban setelah mereka terkena bom pospor putih.

Ketua tim dokter Yordania, dr. Zuhair Abu Faris mengatakan, asosiasi sedang menyiapkan utusan dokter yang memiliki spesialisasi khusus yang dibutuhkan di Jalur Gaza. Secara khusus sepesialis ahli, ortopedi dan ahli pembuat kaki dan tangan buatan. Dia menegaskan asosiasi akan terus mengirim utusan medis ke Jalur Gaza.

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza ini bejumlah 8 dokter. Sedang tim kedua yang saat ini berada di Jalur Gaza berjumlah 24 dokter, seorang dokter gigi dan seorang perawat, bekerjasama dengan asosiasi dokter gigi dan perawat. (seto)

Selengkapnya...

Israel Akui Gunakan Pospor Putih dalam Agresinya di Gaza


Jerusalem – Infopalestina: Setelah sejumlah pengaduan dari berbagai lembaga HAM internasional, militer Israel secara resmi mengakui menggunakan bom pospor selama melancarkan agresi ke Jalur Gaza. Israel mengklaim akan melakukan investigasi seputar cara penggunaan pospor putih tersebut dan bukan melawan prinsip.

Dalam pernyaan, Rabu (21/01), militer Israel mengklaim telah menggunakan bom yang terdiri dari potongan kain yang dipenuhi dengan bahan pospor. Tujuannya adalah untuk menciptakan tabir asap guna melindungi pasukan darat. Namun organisasi-organisasi internasional gigih mengatakan bahwa pembicaraan berkaitan dengan berbagai bom yang menebarkan pospor di semua arah begitu bom meledak. Militer Israel mengkaui menggunakan bom pospor dengan dalih hanya dibatasi pada wilayah-wilayah terbuka yang tidak berpenduduk, dengan tujuan untuk menentukan target dan menyerang “para teroris”.

Militer Israel beralasan pengunaann bom pospor ini sudah sesuai dengan hukum internasional. Israel menampik tegas telah menggunakan bom-bom pospos di wilayah-wilayah berpenduduk.

Tim dokter Yordania yang pulang dari Jalur Gaza sebelumnya mengungkapkan bahwa 90% korban luka di Jalur Gaza dalam agresi Zionis Israel, yang berlangsung selama 22 hari, karena terkena bom pospor putih yang dilarang secara internasional.

Amnesti Internasional juga telah menegaskan, “Ada bukti-bukti yang tidak diragukan dan tidak mungkin ditampik atas penggunakan senjata pembakar ini oleh penjajah Israel. Fakta ini terungkap dari hasil investigasi yang dilakukan Amnesti internasional yang sudah sampai di Jalur Gaza, Sabtu (17/01) lalu, sebelum militer Israel menyatakan penangguhan aksi militer di Jalur Gaza.” (seto)

Selengkapnya...

4 Korban Luka Meningal, 2 Jasad Dikeluarkan dari Reruntuhan


Gaza – Infopalestina: Sumber-sumber medis Palestina menyebutkan tim penyelamat berhasil mengeluarkan 2 jasad korban di daerah utara Jalur Gaza dari reruntuhan. Sementara itu 4 korban luka Palestina dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya. Direktur Layanan Ambulan dan Emesgency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Hasanain mengatakan telah ditemukan dua jasad korban dari reruntuhan, Rabu (21/01) pagi. Keduanya bernama Kamila Mustafa (90) dan Halima Shiyam (62).

Hasanain juga menyatakan 4 orang korban luka meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Shaleh Abu Suwairih di rumah sakit Misri, Imad Abdullah Miqdad di rumah sakit Khan Yunis, Muhammad Madhi dan Samir lauh di rumah sakit ash Shifa. Mereka semua gugur akibat luka yang dialami dalam agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Dokter Palestina ini menjelaskan, jumlah korban meninggal akibat agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza sampai saat ini sudah mencapai 1326 syuhada. Sementara jumlah korban luka mencapai 5450 jiwa.

Perlu disebutkan bahwa banyak korban luka dalam kondisi sangat parah dan menyedihkan. Karenanya jumlah korban meninggal diperkirakan akan terus bertambah. Para dokter di Gaza memastikan para korban akan mengalami cacat permanent akibat luka yang dialaminya karena terkena senjata yang dilarang secara internasional, yang digunakan pasukan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza. (seto)

Selengkapnya...

Rabu, 21 Januari 2009

Pemerintah Haniyah Mulai Bekerja di Seluruh Instasinya


Gaza – Infopalestina: Pemerintah Palestina pimpinan PM Ismail Haniyah di Jalur Gaza menyatakan, terhitung sejak hari Rabu (21/01), pihaknya telah memutuskan dimulai kerja di seluruh instansi pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menandingi penjajah Zionis Israel yang melancarkan agresinya demi menghabisi pemerintah.

Pemerintah Haniyah menyerukan kepada seluruh pegawainya untuk berangkat ke tempat kerja mereka mulai Rabu pagi ini. Demikian disampaikan jurubicara pemerintah, Thaher Nunu seperti dikutip koresponen Infopalestina.

Langkah tersebut diambil pemerintah Haniyah sebagai upaya melanjutkan kehidupan sehari-hari dan upaya membangun kembali Jalur Gaza, setelah agresi Zionis Israel selama 23 hari. Pemerintah Haniyah menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan tugas meskipun agresi yang dilakukan Israel menghancurkan hampir seluruh gedung dan instansi pemerintah dan meratakannya dengan tanah.

Kampus dan sekolah di Jalur Gaza sebelumnya juga sudah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar, mulai dari pihak kampus dan sekolah hingga para mahasiswa dan pelajar.

Hari Selasa, kemarin, puluhan ribuan warga Jalur Gaza turun ke jalan. Mereka menyatakan komitmennya pada jalan perlawanan dan menunjukan dukungannya pada gerakan Hamas dan pemerintah Ismail Haniyah. (seto)

Selengkapnya...

Abu Zuhri: Pernyataan KTT Kuwait Lemah, Tidak Tegas Dukung Perlawanan


Damaskus – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyayangkan apa yang disebutnya “kelemahan” pernyataan KTT Ekonomi Arab di Kuwait. Pernyataan KTT ini sama sekali tidak tegas mendukung perlawanan dan tidak mengambil sikap politik untuk menghentikan normalisasi dan hubungan dengan Zionis Israel.

Namun demikian Hamas menyambut baik seruan KTT Kuwait kepada faksi-faksi Palestina untuk melakukan islah dan berdamai atas dasar inisiatif raja Arab Saudi. Jurubicara gerakan Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, “Kami menyambut baik diadakannya dialog nasional Palestina atas dasar inisiatif Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Dan kami menyambut baik apapun undangan Arab Saudi khusus mengenai masalah ini.”

Namun demikian Abu Zuhri menegaskan harus diambil pelajaran dari kegagalan-kegagalan terdahulu terkait dengan dialog-dialog yang sudah terjadi. Menurutnya, “Pihak-pihak Arab seharusnya hanya sekadar sebagai supervisor dan pihak sebagai salah satu pihak dalam dialog. Pihak Arab harus mengambil jarak yang sama dengan mengakui semua legalitas. Tidak mengunggulkan satu legalitas atas legalitas yang lainnya.”

Di sisi lain Abu Zuhri mengungkapkan pesimismenya pada hasil KTT ekonomi Arab di Kuwait. Dia menegaskan bahwa KTT ini kurang membicarakan apa yang terjadi di Jalur Gaza. Dia mengatakan, “Pernyataan KTT ekonomi Arab di Kuwait tidak menyambut obsesi-obsesi rakyat Palestina. Sama sekali tidak tegas dukungannya pada perlawanan. Tidak mengambil keputusan penghentian normalisasi dan inisiatif kompromi dengan penjajah Israel. Tidak menegaskan pembukaan gerbang Rafah yang diakui sendiri oleh Arab bahwa mereka bertanggung jawab atas penutupannya.” (seto)

Selengkapnya...