Sabtu, 07 Februari 2009

defenisi kristenisasi

Dalam kamus alkitab bahasa arab ( Qâmûs al – kitâb al – muqaddas ), disebutkan: “ basysyara, tabsyîr ( an ): menyampaikan kabar baik.”¹selanjutnya, orang – orang Kristen menyebutkan dalam kitab – kitab mereka bahwa almasih ( isa as atau jesus )melakukanh tabsyîr ( penyampaian kabar baik ) dan mengajar di dalam dan di luar rumah tuhan, juga menasehati orang – orang di laut atau di atas bukit.”²padanan alkitabiah Indonesia untuk tabsyîr ini ialah “ pemberita injil “ atau “ pemberitaan “ saja. Namun demikian, dalam kehidupan sehari – hari, dua kata ini lebih dikenal dengan istilah “ penginjilan “, atau kristenisasi”. Dan pelakunya disebut “ penginjil “ atau “ misionaris “ ( pembawa misi Kristen ).

Adapun kata “ mubasysyîr “ (pemberitaan injil atau pemberita ) dalam alkitab, dipakai untuk menyatakan orang yang menyampaikan kabar keselamatan dengan cara berpindah – pindah dari satu tempat ke tempat lain. Tidak menetap di satu tempat tertentu. Perhatian utamanya adalah berkelana untuk memberitakan injil dan mendirikan gereja atas nama almasih.³ jika kita membaca perjanjian baru, kita akan menemukan bahwa peran ini dilakukan oleh teman – teman paulus dengan sangat baik. Mereka berpindah dari satu negeri ke negeri lain untuk mengajarkan injil. Hal ini dapat dilihat dalam kisah rasul : “ pada keesekokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di kaisarea. Kami masuk ke rumah filipus, pemberita injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang dipilih di yerusalem, kami tinggal di rumahnya.” ( kis 21 : 8 ). Tampak jelas dari keterangan ini, menurut tradisi Kristen, orang yang memberitakan injil dan menyampaikan berita keselamatan disebut pemberita injil (atau pemberita saja).

Selain itu, tradisi kristiani juga menganggap kata – kata yohanes pembaptis ( nabi yahya as. ) tentang sudah dekatnya kerajaan sorga sebagai “ berita “
( tabsyîr ) akan datangnya almasih. Maka tiba saat Tiberius menjadi kaisar di roma dan Pilatus menjadi wali negeri kelima di Negari yudea, disebutkan : pada waktu itu pada waktu itu tampilah yohanes pembaptis di padang gurun yudea dan memberitakan : “ bertobatlah, sebab kerajaan sorga telah dekat!” ( matius 3 : 1,2 ). Menurut keyakinan mereka, tujuan pemberita yohanes pembabtis ini untuk mempersiapkan orang – orang agar menerima seruan almasih. Pemberitaan ini berlangsung di padang gurun sebelah timur yerusalem, dekat danau lot, tempat yohanes mengenyam pendidikan.4

Demikianlah, tradisi kristenisasi juga mengatakan bahwa yohanes pembabtis memberitakan sudah dekatnya kerajaan sorga dan menyeru orang – orang Israel untuk menerima seruan almasih. Kemudian kita mendapati almasih – setelah diutus – memerintahkan dua belas muridnya untuk memberikan injil kepada orang – orang Israel saja. Disebutkan dalam injil matius : kedua belas murid yang diutus oleh jesus dan ia berpesan kepada mereka : “ janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang samaria, melaikan pergilah pergilah kepada domba – domba yang dari umat Israel.n pergilah dan beritakanlah : kerajaan sorga telah dekat. ( matius 10 : 5 – 8 ). Menurut pandangan orang – orang Kristen, yang dimaksud dengan “ kerajaan allah “ atau “ kerajaan sorga “ ini adalah kerajaan almasih yang bersifat spiritual.5

Berdasarkan keterangan ini, misi Kristen pada awalnya dilakukan secara perorangan, untuk memberikan injil, kabar keselamatan, dan sudah dekatnya kerajaan sorga. Seluruh murid setia almasih 

bergerak dalam lingkup ini. Tidak satupun dari mereka yang menyimpang dari ajaran ini. Penyimpangan terjadi setelah paulus bergabung dalam agama Kristen. Itupun tidak serta – merta. Pada awalnya paulus menyatakan : “ beritakanlah firman,siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” ( II timortius 4 : 2 ) hingga kata – katanya : “ tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” ( II timortius 4 : 5 ).

Perlu dijelaskan, paulus tidak hanya menyuruh para sahabatnya untuk memberitakan injil atas nama dirinya saja, tetapi juga menyuruh mereka untuk melaporkan hal – ikhwal masyarakat yang seru sehubungan dengan ini, paulus mengatakan, “ tetapi dalam tuhan jesus kuharap segera mengirimkan timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh – sungguh memperhatikan kepentinganmu : sebab semuanya mencari keuntungan sendiri, bukan kepentingan kristus jesus. Kamu tahu bahwa kesetiaanya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. Dialah yang kuharapuntuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku sebagaimana jalannya perkaraku.” ( filipi 2 : 19 – 23 ).

Masih dalam aktivitas pemberitaan ini, sebagaimana disebutkan dalam efesus, paulus menambahkan bahwa allah telah membagi tugas umat manusia dalam kehidupan ini. Dalam suratnya, paulus mengatakan, “ dan ialah yang memberikan baik rasul – rasul maupun nabi – nabi, baik pemberita – pemberita injil maupun gembala – gembala maupun pengajar – pengajar.” ( efesus : 4 : 11 ). Adapun orang yang dipilih untuk melakukan semua itu, adalah pembantu – pembantu para rasul dalam melakukan pekerjaan dan teman – teman mereka dalam perjalanan. Paulus sering kali membawa mereka pergi ke berbagai kota, atau menyuruh mereka pergi terdahulu agar menyambutnya sewaktu dia datang. Hal ini bisa kita lihat dalam dua paragraph dari kisah para rasul berikut ini : ia disertai oleh sopater anak piras dael Berea, dan aristarkhus dan sekundus, keduanya dari tesalonika, dan gayus dari derbe, dan timotius dan dua orang dari asia, yaitu tikhikus dan trofimus. Mereka berangkat lebih dahulu dan menatikan kami di troas. ( kis 20 : 4,5 ).

Tidak ada komentar: